BATAM – Sebanyak 1,3 ton ketamin ditemukan dalam sebuah kompartemen tersembunyi di kapal King Sun yang dicegat tim gabungan di perairan Natuna, Kepulauan Riau. Delapan anak buah kapal (ABK) asing turut diamankan dalam operasi tersebut.
Pengungkapan dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Bea dan Cukai, TNI Angkatan Laut, Bareskrim Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Polda Kepulauan Riau.
Kepala Biro Humas dan Protokol BNN RI Brigjen Pol. Didik Hariyanto mengatakan pengungkapan bermula dari informasi intelijen sejak Februari 2026 mengenai pergerakan kapal Fude/King Sun dari Teluk Thailand menuju Indonesia.
Kapal tersebut terdeteksi memasuki wilayah perairan Indonesia pada Kamis (6/8/2026). TNI AL kemudian mengerahkan tiga kapal perang untuk melakukan penyekatan.
“Unsur TNI AL yang terdiri atas KRI Kerambit-627, KRI Surik-645, dan KRI Karotang-872 segera melaksanakan operasi penyekatan dan pencegatan di tengah laut,” ujar Didik dalam keterangan tertulis, Minggu (9/8/2026).
Setelah berhasil dicegat, King Sun dikawal menggunakan Kapal BC 30005 menuju perairan Bintan. Kapal kemudian dibawa ke Pangkalan Kodaeral IV, Tanjung Sengkuang, untuk menjalani pemeriksaan.
Pemeriksaan dilakukan pada Jumat (7/8/2026) dengan melibatkan unit K-9. Petugas menyisir bagian kapal dan memeriksa para awak.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menemukan ruang tersembunyi di bawah lantai kamar salah satu ABK asal Taiwan. Ruang itu disebut telah dimodifikasi untuk menyimpan narkotika.
“Petugas menemukan lokasi penyimpanan rahasia di bawah lantai kamar ABK asal Taiwan yang dimodifikasi untuk menyembunyikan narkotika,” kata Didik.
Dari kompartemen tersebut, petugas mengamankan 65 karung. Sebanyak 64 karung berisi kemasan teh Cina berwarna hijau, sedangkan satu karung lainnya berisi 18 bungkus kristal bening.
Hasil pemeriksaan menunjukkan barang tersebut merupakan ketamin dengan berat bruto mencapai 1,3 ton.
Delapan ABK berinisial ZO, MML, KH, MM, TA, ML, TMH, dan PL kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.
Didik mengatakan tim gabungan masih melakukan pemeriksaan untuk mengungkap pihak lain yang diduga terlibat, termasuk pihak yang berada di balik penyelundupan dan jaringan yang digunakan.












