Malang

Warga Griya Shanta Mengaku Resah, Akses Belakang Lingkungan Dibongkar

×

Warga Griya Shanta Mengaku Resah, Akses Belakang Lingkungan Dibongkar

Sebarkan artikel ini

MALANG – Warga Griya Shanta RW 12, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, mengaku resah setelah tembok bagian belakang lingkungan perumahan dibongkar oleh pihak yang belum mereka ketahui.

Perwakilan warga RW 12, Purwati, mengatakan kondisi tersebut membuat area belakang yang sebelumnya memiliki batas menjadi terbuka dan lebih mudah diakses dari wilayah lain.

Menurut Purwati, perubahan itu turut memengaruhi aktivitas kendaraan di jalan lingkungan. Warga menyebut kendaraan yang melintas semakin banyak dan sebagian melaju dengan kecepatan tinggi.

“Dulu hampir 40 tahun kami hidup berdampingan dengan tentram. Sekarang setelah tembok belakang dibongkar, kondisinya menjadi terbuka dan siapa saja bisa keluar masuk,” kata Purwati saat ditemui Bacakabar.id, Senin (21/9/2026).

Purwati mengatakan kondisi tersebut juga membuat warga mulai merasa tidak nyaman dengan perubahan lingkungan yang terjadi.

Pendamping hukum GEMAS G12, Cynthia, mengatakan persoalan yang dibawa warga saat ini berkaitan dengan Pemerintah Kota Malang.

“Menurut kami, sesuai dengan informasi awal kita tidak fokus dengan rencana yang dilakukan oleh korporasi yang ingin melakukan rencana pembangunan di sini,” kata Cynthia saat ditemui Bacakabar.id di sela deklarasi GEMAS G12.

Ia mengatakan warga mempertanyakan dasar yang digunakan dalam sejumlah tindakan yang berkaitan dengan lingkungan mereka.

“Sebagai contoh yang konkret, surat-surat dari PJ Sekda ini yang sampai hari ini dilakukan, ini kan bentuk arogansi yang akhirnya menimbulkan keresahan dan akhirnya lahirlah di sini gerakan GEMAS G12 untuk melakukan perlawanan itu, perlawanan dan meluruskan langkahnya,” ujar Cynthia.

Atas persoalan tersebut, warga RW 12 membentuk Gerakan Masyarakat Griyashanta RW 12 atau GEMAS G12 sebagai wadah aspirasi warga.

Purwati mengatakan warga memilih jalur non-litigasi dalam menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi.

Baca Juga  Grand Mercure Malang Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat Gratis

“Kami ingin suasana seperti dulu lagi. Aman, nyaman, tenang dan rukun. Kami juga ingin hidup bertetangga tanpa rasa saling curiga,” kata Purwati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *