SLEMAN — Sebuah rumah di kawasan Blimbingsari, Caturtunggal, Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, hangus terbakar pada Sabtu (21/2/2026) sore. Kebakaran sempat menimbulkan kepanikan warga setelah terdengar letupan kembang api dari dalam bangunan yang terbakar.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta.
Kasi Humas Polresta Sleman AKP Salamun mengatakan laporan kebakaran diterima polisi sekitar pukul 17.00 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali diketahui muncul sekitar pukul 15.45 WIB setelah terdengar suara percikan dari area garasi rumah.
Warga yang berada di sekitar lokasi segera mendatangi sumber api dan berupaya melakukan pemadaman awal sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran. Tim Damkar kemudian diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan pendinginan hingga api berhasil dikendalikan sekitar pukul 17.15 WIB.
Hasil olah tempat kejadian perkara sementara menunjukkan kebakaran diduga dipicu korsleting listrik di bagian belakang rumah, tepatnya di area yang terdapat sejumlah peralatan elektronik seperti kulkas, magicom, dan kipas angin.
Api kemudian cepat membesar dan merembet ke bagian depan bangunan, termasuk membakar stok kembang api sisa dagangan yang disimpan di garasi. Percikan dari kembang api tersebut sempat menimbulkan letupan ke udara yang membuat warga sekitar panik.
Akibat kebakaran itu, rumah berukuran sekitar 50 meter persegi mengalami kerusakan berat. Sejumlah barang ikut terbakar, di antaranya dua unit sepeda motor, satu mesin jahit, dua kulkas, serta sekitar 30 ekor burung peliharaan yang merupakan barang dagangan pemilik rumah.
Diketahui pemilik rumah berinisial DVS (39) sehari-hari bekerja sebagai pedagang pakan burung dan ternak, sekaligus menjual kembang api musiman di wilayah Pasar Terban, Kota Yogyakarta.
Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat ini lokasi kebakaran telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.












