TABALONG — Kepolisian Resor (Polres) Tabalong memaparkan capaian kinerja serta perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sepanjang tahun 2025 dalam Konferensi Pers Akhir Tahun yang digelar di Mapolres Tabalong, Selasa (30/12/2025).
Konferensi pers dipimpin langsung Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo J., S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla, didampingi para pejabat utama Polres Tabalong, serta dihadiri awak media cetak, elektronik, dan daring.
Dalam pemaparannya, Kapolres menyampaikan bahwa sepanjang 2025 terjadi penurunan signifikan angka kriminalitas di wilayah hukum Polres Tabalong. Jumlah tindak pidana tercatat menurun dari 174 kasus pada 2024 menjadi 114 kasus pada 2025, atau turun sekitar 34 persen.
“Penurunan ini menunjukkan situasi kamtibmas di Kabupaten Tabalong semakin kondusif, berkat kerja sama seluruh pihak, termasuk dukungan masyarakat,” ujar AKBP Wahyu Ismoyo.
Sejalan dengan itu, jumlah penyelesaian perkara juga menurun dari 159 perkara pada 2024 menjadi 92 perkara di 2025, seiring dengan berkurangnya jumlah laporan tindak pidana yang masuk.
Dari sisi tersangka, Polres Tabalong mencatat penurunan baik pada pelaku laki-laki maupun perempuan. Tersangka laki-laki turun dari 106 orang menjadi 72 orang, sementara tersangka perempuan menurun dari tujuh orang menjadi dua orang.
Kapolres juga menyoroti perkembangan kasus menonjol. Secara umum, jumlah kasus menurun dari 56 kasus menjadi 54 kasus. Beberapa kategori kejahatan menunjukkan capaian positif, di antaranya pencurian jenis khusus yang nihil kasus sepanjang 2025, serta seluruh kasus perlindungan anak yang berhasil diselesaikan 100 persen. Namun demikian, kasus penggelapan tercatat mengalami peningkatan dan menjadi perhatian khusus untuk penanganan ke depan.
Dalam penerapan keadilan restoratif (restorative justice), Polres Tabalong mencatat penurunan dari 13 kasus pada 2024 menjadi sembilan kasus pada 2025. Kapolres menegaskan, penerapan mekanisme ini dilakukan secara selektif dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Pada bidang pemberantasan narkotika, jumlah kasus justru mengalami peningkatan dari 80 kasus menjadi 86 kasus, dengan total tersangka mencapai 108 orang. Meski demikian, jumlah barang bukti sabu-sabu yang diamankan menurun lebih dari 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Penurunan barang bukti menunjukkan adanya upaya memutus rantai distribusi, tidak hanya menangkap pengguna, tetapi juga menekan peredaran,” kata Kapolres.
Sementara itu, di sektor lalu lintas, Polres Tabalong mencatat penurunan angka kecelakaan dari 51 kejadian pada 2024 menjadi 39 kejadian di 2025. Jumlah korban meninggal dunia turun sebesar 42,86 persen, disertai penurunan kerugian materiil lebih dari 50 persen. Pelanggaran lalu lintas, baik tilang maupun teguran, juga mengalami penurunan.
Kapolres menambahkan, capaian tersebut didukung oleh masifnya kegiatan preemtif dan preventif Satuan Binmas. Sepanjang 2025, tercatat 18.128 kegiatan pembinaan masyarakat, termasuk peran aktif Bhabinkamtibmas di desa dan kelurahan.
Di bidang pembinaan internal, Polres Tabalong juga mencatat nihil pelanggaran disiplin sepanjang 2025, serta memberikan penghargaan kepada personel berprestasi sebagai bentuk motivasi dan apresiasi.
“Capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh personel Polres Tabalong, sinergi dengan pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat dan insan pers. Kami berkomitmen terus meningkatkan profesionalisme, transparansi, dan pelayanan kepada masyarakat,” tegas AKBP Wahyu Ismoyo.
Konferensi pers ditutup dengan sesi tanya jawab bersama awak media sebagai wujud keterbukaan informasi publik dan komitmen Polri dalam membangun kepercayaan masyarakat.












