Tanah Laut – Polres Tanah Laut menangani penyebaran informasi palsu terkait kebakaran di MTsN 2 Tanah Laut yang sempat menimbulkan kepanikan dan memicu respons darurat dari petugas damkar serta relawan, Minggu malam (7/12/2025).
Informasi tersebut beredar sekitar pukul 21.00 Wita melalui sebuah foto yang dikirim ke grup komunikasi relawan. Menindaklanjuti laporan itu, petugas pemadam kebakaran dan relawan segera menuju lokasi. Namun setelah dilakukan pengecekan, tidak ditemukan adanya peristiwa kebakaran.
Penelusuran aparat mengarah pada sumber foto tersebut. Seorang pengemudi ojek daring bernama Azhar dimintai keterangan dan menyebut foto itu berasal dari tiga pemuda berinisial Gajali Rahman, Muhammad Alfianor, dan Muhammad Rizki Alpiannor.
Berdasarkan keterangan saksi, foto tersebut merupakan hasil suntingan digital yang awalnya dibuat sebagai candaan di grup WhatsApp internal. Gambar itu kemudian diunggah ke status WhatsApp dan menyebar luas tanpa klarifikasi, hingga akhirnya diteruskan ke jaringan relawan dan petugas.
Ketiga pemuda tersebut dibawa ke Polsek Pelaihari sekitar pukul 22.15 Wita untuk menjalani klarifikasi. Mereka mengakui perbuatannya dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada petugas pemadam kebakaran, relawan, serta masyarakat Tanah Laut. Mereka juga berjanji tidak mengulangi tindakan serupa.
Sekitar pukul 22.30 Wita, situasi dinyatakan kondusif dan seluruh personel kembali ke pos masing-masing.
Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy melalui Kapolsek Pelaihari IPTU Beny mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
“Setiap informasi harus diverifikasi sebelum disebarkan. Hoaks dapat menyebabkan kepanikan, merugikan banyak pihak, dan berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum,” ujarnya.
Polisi mengimbau masyarakat untuk berperan aktif menjaga ketertiban dan keamanan dengan menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.












