Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
KriminalPasuruan

Dua Perampok Spesialis Bobol Toko Ditembak Mati di Tol Kejapanan, Ini Kronologinya

×

Dua Perampok Spesialis Bobol Toko Ditembak Mati di Tol Kejapanan, Ini Kronologinya

Sebarkan artikel ini
Dua perampok spesialis pembobol toko rokok tewas ditembak usai kejar-kejaran dengan Tim Jatanras Polda Jatim di Tol Kejapanan, Pasuruan, Selasa (3/6/2025).

Pasuruan, Bacakabar – Aksi dramatis terjadi di Tol Kejapanan, Gempol, Pasuruan, Tim Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Jawa Timur menembak mati dua anggota komplotan perampok spesialis pembobol toko. Dua lainnya kini dalam pengejaran, Selasa (3/6/2025) pagi.

“Kami sudah pantau sejak mereka keluar dari Bali menuju Jatim. Aksi terakhir mereka terjadi di Bali,” ujar AKBP Arbaridi Jumhur, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim.

Bermula saat polisi membuntuti mobil Daihatsu Luxio yang ditumpangi para pelaku. Begitu sampai di Gerbang Tol Kejapanan, mobil pelaku mencoba kabur dan menabrak palang pintu tol.

“Saat dicegat, mereka tabrak lari. Kami terus kejar hingga keluar Tol Sidoarjo di KM 755,” jelas Jumhur.

Dalam pengejaran, pelaku juga menabrak mobil petugas. Polisi sempat melepaskan tembakan peringatan, tapi mobil tetap melaju membahayakan.

“Karena sangat membahayakan, sopir akhirnya kami lumpuhkan. Setelah itu, satu pelaku lain juga mencoba kabur dan akhirnya ditembak,” kata Jumhur.

Tim Jatanras Polda Jatim melakukan penangkapan terhadap salah satu anggota komplotan perampok spesialis toko rokok yang masih dalam pengejaran di kawasan perumahan Kahuripan, Sidoarjo.

Dua pelaku berinisial A dan E tewas saat dievakuasi ke rumah sakit. Sedangkan dua pelaku lain, C dan M, berhasil kabur. Polisi masih memburu keduanya.

“C lari ke arah perumahan Kahuripan. M juga kabur. Keduanya sekarang dalam pengejaran,” ungkapnya.

Jumhur menegaskan, komplotan ini merupakan spesialis pembobol toko dan distributor rokok. Mereka telah beraksi di berbagai daerah di Jatim.

“TKP-nya banyak. Mulai dari Gresik, Sidoarjo, Tulungagung, Malang, hingga Situbondo,” ucapnya.

Diketahui, komplotan tersebut diduga berasal dari Jawa Tengah dan berusia sekitar 30–35 tahun. Polisi menduga mereka tergabung dalam jaringan perampok antarprovinsi.

“Kami masih mengembangkan kasus ini. Ada kemungkinan mereka bagian dari jaringan yang lebih besar,” pungkas Jumhur.

Baca Juga  Rusak Spanduk, Ayah dan Anak Di Polisikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *