Tanah Laut, Bacakabar – Semangat pelestarian budaya lokal mewarnai peringatan 49 Tahun Kedatangan Warga Transmigrasi Desa Batu Ampar yang digelar di Lapangan Desa Batu Ampar, Sabtu malam (26/4/2025). Acara ini dimeriahkan dengan pagelaran wayang kulit berjudul “Lahire Wisanggeni”, yang berhasil menyedot perhatian ratusan warga.
Wakil Bupati Tanah Laut, H. M. Zazuli, turut hadir dalam acara ini. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi penyelenggaraan pertunjukan budaya tersebut. “Pertunjukan wayang mengandung nilai-nilai moral yang dapat menjadi panutan dalam kehidupan. Saya bangga melihat masyarakat Batu Ampar terus menjaga dan melestarikan budaya warisan leluhur,” ujar H. M. Zazuli.
Selain mengapresiasi pagelaran budaya, Wakil Bupati juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh warga transmigrasi atas kontribusi mereka dalam membangun Kabupaten Tanah Laut. “Kehadiran warga transmigrasi membawa dampak positif yang signifikan bagi kemajuan pembangunan di daerah ini, baik dalam sektor pertanian, pendidikan, maupun sosial budaya,” tambahnya.
Pagelaran wayang kulit malam itu dipimpin oleh Ki Catur Nugroho, dalang ternama asal Boyolali, Jawa Tengah. Dengan kepiawaian membawakan lakon “Lahire Wisanggeni”, Ki Catur berhasil memikat penonton dari berbagai kalangan usia, sekaligus mempererat rasa kebersamaan antarwarga.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memperingati sejarah kedatangan warga transmigrasi, tetapi juga menjadi upaya konkret dalam mempertahankan tradisi budaya di tengah perkembangan zaman. Masyarakat Batu Ampar berkomitmen terus menjaga nilai-nilai budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan hidup melalui kerja sama dan gotong royong.












