HukumKriminal

Video Diduga Ketua Karang Taruna di Majalengka Viral, Polisi Intensifkan Pemeriksaan

×

Video Diduga Ketua Karang Taruna di Majalengka Viral, Polisi Intensifkan Pemeriksaan

Sebarkan artikel ini
Tangkapan layar video viral diduga Ketua Karang Taruna Majalengka saat mengonsumsi narkotika jenis sabu
Tangkapan layar video yang memperlihatkan seorang pria diduga mengonsumsi narkotika jenis sabu di Majalengka, kini dalam penanganan polisi.

MAJALENGKA — Kepolisian Resor Majalengka terus menindaklanjuti beredarnya video yang memperlihatkan seorang pria diduga mengonsumsi narkotika jenis sabu. Sosok dalam video tersebut disebut-sebut sebagai Ketua Karang Taruna Desa Pagandon, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka.

Video yang beredar luas di media sosial sejak beberapa hari terakhir itu memicu keresahan masyarakat. Dalam rekaman singkat tersebut, pria yang bersangkutan tampak santai diduga menggunakan narkotika, tanpa menunjukkan kekhawatiran terhadap konsekuensi hukum.

Satuan Reserse Narkoba Polres Majalengka memastikan telah melakukan langkah penyelidikan dan pemeriksaan lanjutan terkait video tersebut. Kepala Urusan Pembinaan Operasi (KBO) Satresnarkoba Polres Majalengka, Ipda Rd. Panji Purbaya, membenarkan bahwa pihaknya tengah menangani kasus tersebut.

“Benar, video itu sedang kami dalami. Yang bersangkutan saat ini masih dalam proses pemeriksaan. Kami mengimbau agar masyarakat bersabar dan tidak berspekulasi,” kata Panji saat dikonfirmasi, Senin (19/1/2026).

Panji menegaskan, kepolisian berkomitmen menindaklanjuti setiap informasi yang berpotensi melanggar hukum, termasuk dugaan penyalahgunaan narkotika, secara profesional dan sesuai prosedur.

Sementara itu, warga Desa Pagandon membenarkan bahwa sosok dalam video tersebut merupakan warga setempat. Namun hingga kini, yang bersangkutan disebut jarang terlihat di lingkungan desa sejak video tersebut viral.

“Sejak videonya beredar, memang sering terlihat polisi datang ke desa. Tapi kami tidak tahu pasti apakah yang bersangkutan sengaja menghindar atau bagaimana,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Masyarakat berharap kepolisian dapat segera menuntaskan kasus ini secara transparan. Mereka menilai, beredarnya video tersebut telah menimbulkan keresahan publik dan dikhawatirkan memberi contoh buruk, terutama bagi generasi muda.

Polres Majalengka menegaskan penanganan perkara ini masih berjalan. Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan setelah proses pemeriksaan dan pendalaman selesai dilakukan.

Baca Juga  Polisi Tangkap 4 Pelaku Pengeroyokan Pelajar di Amuntai, Satu Penusuk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *