CIREBON — Sebatang pohon pisang yang berdiri tegak di tengah jalan berlubang sempat menjadi simbol kemarahan warga Kampung Kalilunyu, Kota Cirebon. Di batangnya tergantung spanduk bernada sindiran: “Tunjangan Selangit, Perbaiki Jalan Sulit.”
Aksi simbolik itu akhirnya berbuah respons. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon memastikan ruas jalan Kalilunyu, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, masuk daftar prioritas perbaikan dan ditargetkan mulai dikerjakan pada 2026, bahkan sebagian ditangani tahun ini.
Kepala DPUTR Kota Cirebon Rachman Hidayat mengatakan, perbaikan jalan Kalilunyu direncanakan menggunakan metode betonisasi agar lebih kuat dan tahan lama.
“Salah satu ruas jalan yang menjadi prioritas berada di Kampung Kalilunyu, Kelurahan Argasunya. Untuk ruas ini, perbaikannya akan dilakukan tahun sekarang,” kata Rachman, Senin (19/1/2026).
Menurut Rachman, kondisi jalan di wilayah pelosok memang menjadi perhatian khusus karena relatif tertinggal dibandingkan kawasan pusat kota. Selain Argasunya, DPUTR menargetkan penanganan sekitar 40 ruas jalan sepanjang 2026. Namun keterbatasan anggaran membuat hanya sekitar 10 ruas yang dapat diperbaiki melalui APBD Kota Cirebon.
“Untuk ruas lainnya, kami akan mengupayakan dukungan pendanaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun pemerintah pusat agar perbaikan tetap bisa berjalan bertahap,” ujarnya.
Sebelumnya, kondisi Jalan Kalilunyu menyita perhatian publik setelah warga menanam pohon pisang berukuran besar di tengah jalan rusak pada Oktober 2025. Pohon tersebut ditanam di atas tumpukan tanah urug sebagai bentuk protes atas kerusakan jalan yang bertahun-tahun tak tersentuh perbaikan.
Jalan itu merupakan akses utama penghubung Kalilunyu, Kedungkrisik, Sumurwuni, hingga kawasan religi Benda Kerep. Warga menyebut kondisi jalan kerap memicu kecelakaan, terutama saat hujan.
“Ini bukan cari ribut, kami hanya ingin jalan diperhatikan. Sudah banyak yang jatuh karena lubang dan licin,” ujar Tajudin, warga setempat.
Warga lainnya, Umah, menyebut dalam beberapa hari terakhir saja sudah terjadi beberapa kecelakaan tunggal di lokasi tersebut.
Kini, warga Kalilunyu berharap janji perbaikan dari DPUTR benar-benar terealisasi, agar jalan yang selama ini rusak dan membahayakan kembali layak dilalui dan tak lagi memakan korban.












