Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

INACRAFT 2026 Dibuka, UMKM Binaan Pertamina Langsung Bukukan Transaksi Rp1,9 Miliar

×

INACRAFT 2026 Dibuka, UMKM Binaan Pertamina Langsung Bukukan Transaksi Rp1,9 Miliar

Sebarkan artikel ini
UMKM binaan Pertamina memamerkan produk kriya di INACRAFT 2026 Jakarta dengan capaian transaksi Rp1,9 miliar pada hari pertama pameran
Pelaku UMKM binaan Pertamina melayani pengunjung di booth INACRAFT 2026, Jakarta Convention Center, yang mencatat transaksi Rp1,9 miliar di hari pembukaan. (Foto dok. Pertamina untuk bacakabar)

JAKARTA — Pameran The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026 resmi dibuka di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (Februari 2026). Pada hari pertama penyelenggaraan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan PT Pertamina (Persero) langsung mencatatkan capaian signifikan dengan total transaksi menembus Rp1,9 miliar.

Capaian tersebut menjadi sinyal kuat meningkatnya daya saing produk UMKM nasional, khususnya di sektor kriya, baik di pasar domestik maupun internasional.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menilai angka penjualan itu mencerminkan hasil pembinaan UMKM yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Transaksi Rp1,9 miliar di hari pembukaan menunjukkan produk UMKM binaan Pertamina memiliki kualitas, nilai jual, dan relevansi pasar yang kuat. Kami optimistis capaian tahun ini bisa melampaui pencapaian INACRAFT sebelumnya,” kata Baron.

Menurut Baron, partisipasi UMKM binaan Pertamina di INACRAFT tidak hanya berorientasi pada transaksi jangka pendek, tetapi juga membuka akses jejaring bisnis yang lebih luas. Saat ini, sekitar 200 UMKM mitra binaan Pertamina tercatat telah menembus pasar ekspor dan menjalankan aktivitas perdagangan lintas negara.

Ia juga menyoroti kuatnya peran perempuan dalam ekosistem UMKM yang ditampilkan di INACRAFT 2026. Sejalan dengan tema Exploring and Celebrating Womanpreneurs in Craft, mayoritas peserta UMKM binaan Pertamina merupakan wirausaha perempuan.

“Keterlibatan perempuan menjadi bagian penting dari pendekatan inklusif Pertamina. Kami melihat tren transaksi UMKM perempuan terus meningkat dari tahun ke tahun seiring penguatan kapasitas usaha dan akses pasar,” ujarnya.

Salah satu pelaku UMKM perempuan yang merasakan langsung dampak pembinaan tersebut adalah Novita Hermawan, pemilik Agrominafiber Handicraft asal Kebumen. Usahanya memproduksi dekorasi rumah berbahan serat alam seperti eceng gondok dan pelepah pisang, yang kini rutin menembus pasar Amerika Serikat.

Baca Juga  Pertamina Patra Niaga Raih Rating ESG BBB dari Lembaga Pemeringkat Internasional

“Ini kali kedua saya difasilitasi Pertamina ikut INACRAFT. Dampaknya terasa besar, mulai dari penguatan branding, perluasan jejaring, hingga peningkatan omzet,” kata Novita.

Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya saat membuka INACRAFT 2026 menegaskan bahwa pameran ini merupakan ruang strategis pertemuan antara tradisi dan inovasi. Ia menilai subsektor kriya memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, subsektor kriya menjadi penyumbang ekspor terbesar kedua dalam ekonomi kreatif Indonesia dengan nilai mencapai 12,03 miliar dolar AS sepanjang Januari–November 2025.

“Angka ini menunjukkan bahwa kriya tidak hanya merepresentasikan budaya, tetapi juga menjadi penggerak perdagangan dan pencipta nilai tambah ekonomi nasional,” ujar Teuku Riefky.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *