Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Genteng Jatiwangi Bangkit! Program Gentengisasi Presiden Buka Harapan Baru Industri Lokal

×

Genteng Jatiwangi Bangkit! Program Gentengisasi Presiden Buka Harapan Baru Industri Lokal

Sebarkan artikel ini
Pekerja genteng Jatiwangi Majalengka memproduksi genteng tanah liat secara tradisional di tengah bangkitnya industri genteng lokal.
Para pekerja industri genteng tradisional di Jatiwangi, Majalengka, kembali meningkatkan produksi genteng tanah liat seiring bergulirnya program gentengisasi nasional. (Foto dok. Ubay/BK).

MAJALENGKA — Industri genteng tanah liat di Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan seiring bergulirnya program nasional gentengisasi yang mendorong peralihan atap seng ke genteng berbahan tanah liat.

Program yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto itu disambut positif para pelaku usaha genteng di Jatiwangi, wilayah yang selama puluhan tahun dikenal sebagai sentra produksi genteng tanah liat terbesar di Indonesia.

Camat Jatiwangi Ade Anung Ilyaharja menilai kebijakan tersebut menjadi momentum strategis untuk menghidupkan kembali industri genteng lokal yang sempat terpuruk dalam beberapa tahun terakhir.

“Genteng Jatiwangi sudah punya nama dan kualitasnya diakui secara nasional. Program gentengisasi ini membuka peluang besar bagi pengusaha untuk bangkit dan kembali bersaing,” kata Ade Anung, Kamis (5/2/2026).

Menurut dia, persaingan dengan daerah lain justru menjadi pemicu peningkatan kualitas dan daya saing produk. Genteng Jatiwangi dinilai siap menembus pasar nasional hingga internasional, asalkan didukung kebijakan berkelanjutan dari pemerintah pusat dan daerah.

Ade Anung juga berharap komitmen pemerintah tidak berhenti pada wacana, melainkan diwujudkan dalam keberpihakan nyata terhadap kearifan lokal industri genteng yang menjadi identitas Jatiwangi.

Saat ini, dari total 16 desa di Kecamatan Jatiwangi, hanya enam desa yang masih aktif memproduksi genteng, yakni Burujul Wetan, Burujul Kulon, Sukaraja Wetan, Sukaraja Kulon, Pinangraja, Andir, dan Cicadas. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 150 unit industri genteng yang masih bertahan di Kabupaten Majalengka.

Industri genteng Jatiwangi sempat terpukul sejak pandemi Covid-19. Produksi harian yang sebelumnya mampu mencapai sekitar empat juta keping genteng per hari, kini baru pulih di kisaran 700 ribu keping per hari.

“Penurunan produksi ini masih terasa hingga sekarang. Namun dengan adanya program gentengisasi, kami optimistis industri genteng Jatiwangi bisa kembali menggeliat,” ujar Ade Anung.

Baca Juga  Persiapan Peringatan Isra Miraj 1444H di Masjid musyarakatul Aman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *