Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Sidoarjo

Tangis Keluarga Pecah, Desakan Usut Tuntas Tragedi Ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

×

Tangis Keluarga Pecah, Desakan Usut Tuntas Tragedi Ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

Sebarkan artikel ini
Kondisi Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo tampak rata dengan tanah setelah proses evakuasi puing bangunan selesai dilakukan oleh tim gabungan Basarnas dan aparat setempat.
Kondisi Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo tampak rata dengan tanah setelah proses evakuasi puing bangunan selesai dilakukan oleh tim gabungan Basarnas dan aparat setempat.

Sidoarjo – Desakan publik agar aparat penegak hukum mengusut tuntas tragedi robohnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, semakin menguat. Keluarga korban menuntut kepolisian bertindak tegas dan tidak ragu menjerat siapa pun yang terbukti lalai hingga menyebabkan puluhan santri meninggal dunia.

“Saya minta kalau memang ada kelalaian manusia atau pelanggaran hukum, harus diproses. Siapa pun pelakunya, tanpa pandang bulu. Hukum harus ditegakkan,” tegas Fauzi, salah satu keluarga korban, Selasa (6/10/2025).

Fauzi menceritakan, anaknya berhasil selamat dari reruntuhan bangunan, namun empat keponakannya yang juga santri Ponpes Al Khoziny tewas tertimpa material beton. Ia masih berduka, namun berharap kepolisian bergerak cepat dan profesional menelusuri penyebab utama ambruknya bangunan yang baru beroperasi beberapa tahun terakhir itu.

“Kami percaya polisi akan memeriksa semua pihak yang terlibat, termasuk pihak yang bertanggung jawab atas pembangunan ponpes tersebut,” ujarnya penuh harap.

Tragedi memilukan ini terjadi pada Senin (29/9/2025) lalu. Berdasarkan data Badan SAR Nasional (Basarnas), sebanyak 67 orang meninggal dunia dan 104 santri berhasil diselamatkan, termasuk delapan potongan tubuh yang ditemukan di antara puing-puing bangunan.

Setelah lebih dari sepekan proses pencarian, tim Basarnas resmi menghentikan operasi evakuasi pada Rabu (8/10/2025). Fokus penanganan kini beralih ke penyelidikan polisi untuk memastikan apakah terdapat unsur kelalaian konstruksi, pelanggaran izin bangunan, atau kesalahan teknis dalam pembangunan ponpes tersebut.

Tragedi Ponpes Al Khoziny menjadi pengingat penting tentang perlunya pengawasan ketat terhadap pembangunan fasilitas pendidikan, terutama yang menampung ratusan santri. Di tengah duka mendalam, keluarga korban berharap keadilan benar-benar ditegakkan, agar tidak ada lagi nyawa santri yang melayang sia-sia.

Baca Juga  Viral Bukber Pejabat Sidoarjo Bertema Bollywood, Sekda Fenny Apridawati Minta Maaf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *