Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Sidoarjo

Kegagalan Konstruksi Jadi Penyebab Runtuhnya Mushala Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo

×

Kegagalan Konstruksi Jadi Penyebab Runtuhnya Mushala Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo

Sebarkan artikel ini
Tim Basarnas bersama aparat gabungan mengevakuasi korban dari reruntuhan mushala Ponpes Al-Khoziny di Sidoarjo, Minggu (5/10/2025) dini hari. Kegagalan konstruksi menjadi penyebab utama ambruknya bangunan tiga lantai tersebut.
Tim Basarnas bersama aparat gabungan mengevakuasi korban dari reruntuhan mushala Ponpes Al-Khoziny di Sidoarjo, Minggu (5/10/2025) dini hari. Kegagalan konstruksi menjadi penyebab utama ambruknya bangunan tiga lantai tersebut.

SIDOARJO — Tragedi runtuhnya mushala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, yang menewaskan puluhan orang, diduga kuat disebabkan oleh kegagalan konstruksi bangunan. Hasil analisis awal menunjukkan struktur mushala tiga lantai itu tidak mampu menahan beban sesuai kapasitas seharusnya.

Peristiwa memilukan ini terjadi pada Senin (29/9/2025) sekitar pukul 15.00 WIB, saat para santri tengah melaksanakan salat Asar. Dalam hitungan detik, bangunan ambruk total menimpa jamaah di dalamnya. Seluruh elemen struktur utama — beton, pelat, hingga balok penopang — hancur lebur, menyebabkan bentuk reruntuhan bertumpuk ke bawah (pancake collapse) dan menyulitkan proses evakuasi.

Pakar Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Muji Himawan, menjelaskan, mushala tersebut terhubung dengan bangunan lain di area asrama, yang memperparah efek keruntuhan dan memperlambat proses penyelamatan.

“Sebagian elemen struktur mushala mencantol atau terhubung ke gedung di sebelahnya. Ketika satu bagian runtuh, elemen lain ikut tertarik dan memperlemah struktur di sekitar,” jelas Muji, Rabu (1/10/2025).

Menurut Muji, di sekitar lokasi terdapat asrama dan ruang belajar santri. Meski tidak ikut roboh, beberapa dinding dan kolom bangunan mengalami keretakan akibat getaran keras dari mushala yang ambruk.

Kondisi ini membuat tim SAR gabungan dan para ahli teknik sipil harus bekerja dengan ekstra hati-hati. Penggunaan alat berat dilakukan secara terbatas untuk menghindari kerusakan lanjutan pada gedung sekitar.

“Setiap struktur yang diangkat harus dikontrol dengan hati-hati agar tidak mengguncang bangunan di sebelahnya. Fokus utama kami tetap keselamatan petugas dan penyelamatan korban,” katanya.

Hingga Minggu (5/10/2025) dini hari, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) berhasil mengevakuasi seluruh korban. Total 141 orang menjadi korban, terdiri dari 104 orang selamat dan 37 meninggal dunia.

Baca Juga  Viral Bukber Pejabat Sidoarjo Bertema Bollywood, Sekda Fenny Apridawati Minta Maaf

Seluruh jenazah telah dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi oleh tim DVI Polda Jawa Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *