Tanah Laut

Sidak Pasar Pelaihari, Satgas Pangan Temukan Minyak Kita Dijual di Atas HET

×

Sidak Pasar Pelaihari, Satgas Pangan Temukan Minyak Kita Dijual di Atas HET

Sebarkan artikel ini
Petugas Satgas Pangan memantau harga sembako di Pasar Tapandang Berseri Pelaihari saat sidak harga bahan pokok.
Petugas Satgas Pangan Kabupaten Tanah Laut melakukan monitoring harga bahan pokok di Pasar Tapandang Berseri, Pelaihari, guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Tanah Laut — Tim Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Tapandang Berseri, Pelaihari, Senin (16/2/2026), guna memantau stabilitas harga bahan pokok penting (bapokting) sekaligus memastikan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.

Monitoring yang berlangsung sekitar satu jam sejak pukul 09.00 WITA itu menemukan adanya penjualan komoditas tertentu di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Temuan paling menonjol terjadi pada produk minyak goreng subsidi Minyak Kita.

Petugas mendapati minyak subsidi tersebut dijual Rp15.700 per liter, melampaui ketentuan harga. Kondisi ini dipicu terbatasnya pasokan dari distributor sehingga pedagang terpaksa memperoleh barang dari luar jalur distribusi utama.

Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan menjelaskan, kelangkaan suplai menjadi faktor utama terjadinya pelanggaran harga. Terhadap pedagang yang menjual di atas HET, petugas memberikan teguran lisan sebagai langkah pembinaan awal.

Selain minyak goreng, lonjakan harga juga terjadi pada sejumlah komoditas hortikultura. Cabai rawit tercatat mencapai Rp120.000 per kilogram, sementara bawang merah berada di kisaran Rp50.000 per kilogram dan bawang putih Rp40.000 per kilogram.

Meski demikian, Satgas Pangan memastikan kondisi stok bahan pokok di Kabupaten Tanah Laut secara umum masih aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Pengawasan harga akan terus dilakukan secara berkala di pasar tradisional guna mencegah praktik spekulasi maupun permainan harga di tengah dinamika distribusi pangan. Masyarakat juga diimbau untuk melaporkan apabila menemukan lonjakan harga yang tidak wajar di lapangan.

Baca Juga  Polres Tala Libatkan Audit Investigasi Usut Dugaan Penggelapan Dana Nasabah Bank BUMN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *