TANAH LAUT – Warga Desa Asam-Asam, Kabupaten Tanah Laut, menuding debu berwarna hitam yang disebut menempel di permukiman, halaman rumah hingga tanaman perkebunan. Warga menduga debu tersebut berasal dari aktivitas conveyor di area stockpile PT Arutmin Indonesia.
Hal itu disampaikan warga dalam pertemuan antara warga dan manajemen PT Arutmin Indonesia Site Asam-Asam di Kantor Desa Asam-Asam, Jumat (18/9/2026).

“Dampaknya sangat kami rasakan. Debu menempel di daun, di teras rumah. Kami khawatir ini berdampak ke kesehatan dan hasil kebun,” ungkap salah satu warga dalam pertemuan.
Kepala Desa Asam-Asam meminta PT Arutmin Indonesia mencari solusi atas keluhan warga. Pemerintah desa menilai persoalan tersebut perlu ditindaklanjuti.
Namun, PT Arutmin Indonesia Site Asam-Asam membantah dugaan bahwa debu yang dikeluhkan warga berasal dari aktivitas stockpile perusahaan.
Perusahaan menyebut, berdasarkan data pemantauan lingkungan dan hasil pengujian yang dilakukan pihak independen PT Sucofindo, debu dari stockpile tidak terindikasi menyebar hingga permukiman maupun lahan perkebunan warga.
PT Arutmin juga menyatakan pemantauan kualitas lingkungan dilakukan secara berkala dengan menggunakan data teknis untuk mengetahui sebaran debu di sekitar area operasional.
Hingga pertemuan berakhir, belum tercapai kesepakatan antara warga dan perusahaan.
Warga berharap dilakukan verifikasi lapangan dengan melibatkan pihak independen dan pemerintah untuk memastikan sumber debu serta dampaknya.
Manajemen PT Arutmin Indonesia menyatakan tetap terbuka untuk berdialog dan menindaklanjuti aspirasi warga sesuai mekanisme yang berlaku.












