Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Ekonomi

Sampah Jadi Berkah, Program Pertamina Patra Niaga dari Dumai sampai Makassar

×

Sampah Jadi Berkah, Program Pertamina Patra Niaga dari Dumai sampai Makassar

Sebarkan artikel ini
Pengolahan sampah organik jadi pakan babi di Sorong.

JAKARTA – Pertamina Patra Niaga serius urusan lingkungan. Bukan cuma slogan. Mereka buktikan lewat aksi nyata di berbagai wilayah.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, bilang program ini bukan cuma buat alam, tapi juga pemberdayaan masyarakat jangka panjang.

“Pertamina Patra Niaga gandeng masyarakat di sekitar wilayah operasi untuk olah sampah dan limbah rumah tangga. Ini kontribusi positif buat kelestarian alam sekaligus bentuk pemberdayaan masyarakat,” ujar Roberth, Minggu (14/6/2026).

Di Dumai, Minyak Jelantah Ditukar Makanan Bergizi

Di Kelurahan Tanjung Palas, Riau, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai punya program Posyandu Sehati. Warga bisa tukar minyak jelantah dengan makanan tambahan buat ibu hamil dan balita.

Di wilayah yang sama, Kelompok Wirani Rejosari aktif mengolah sampah organik jadi pupuk cair organik.

Di Sorong, Sampah Organik Jadi Pakan Babi Lalu Pupuk

Di Papua Barat Daya, Pertamina Patra Niaga Kilang Kasim di Kampung Malabam, Distrik Seget, Kabupaten Sorong, juga punya program. Namanya MOI (Mandiri, Optimal, dan Integrasi).

Kelompok Tani Wahimu mengolah sampah organik dari sisa makanan dan hasil panen jadi pakan babi milik Kelompok Ternak Kamisalun. Kotoran babinya diolah lagi jadi pupuk organik buat pertanian.

Di Makassar, Kampung BERLIAN Reduksi Sampah 6,7 Ton per Bulan

Di Makassar, Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Makassar punya Program Kampung BERLIAN. Bersama masyarakat Kelurahan Tamalabba.

Mulai dari pemilahan sampah, budidaya maggot lewat Tamalabba Organic Center (TOC), bank sampah Tasberlin, sampai pertanian urban hidroponik, aquaponik, dan budidaya ikan.

Hasilnya? Kampung BERLIAN mampu mengurangi sampah rumah tangga hingga 6,7 ton per bulan. Minyak jelantah yang dimanfaatkan mencapai 4 liter per bulan. Hemat energi 4.380 kWh berkat panel surya untuk sistem hidroponik.

Baca Juga  Cabai Rawit Melonjak Dua Kali Lipat, Pemprov Kalteng Turun ke Pasar

Program ini juga punya nilai Social Return on Investment (SROI) 1,50. Artinya, setiap Rp1 investasi perusahaan menghasilkan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan senilai Rp1,50 buat masyarakat.

“Pengelolaan sampah yang baik bukan hanya solusi lingkungan, tapi juga fondasi masa depan yang lebih berkelanjutan,” tutup Roberth.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *