Manokwari — Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan pasokan dan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) tertentu jenis solar di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, berada dalam kondisi aman dan terkendali. Ketersediaan stok dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dengan distribusi yang berjalan normal.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan, penguatan pasokan BBM dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI beberapa waktu lalu.
“Sejak Jumat lalu, stok BBM subsidi dan kompensasi di Manokwari berada dalam kondisi baik. Penyaluran solar berjalan kondusif dan mampu melayani kebutuhan masyarakat,” kata Wahyudi di Jakarta, Selasa (26/1/2026).
Menurut Wahyudi, stok solar di Manokwari telah ditingkatkan menjadi sekitar 28 hingga 30 kiloliter. BPH Migas bersama PT Pertamina Patra Niaga juga menambah kuota penyaluran harian di dua SPBU utama, masing-masing sebesar 15 kiloliter per hari.
Pemantauan di lapangan menunjukkan pelayanan SPBU tetap berlangsung normal, termasuk pada akhir pekan. Hingga awal pekan ini, stok BBM subsidi masih dalam batas aman meski terjadi peningkatan konsumsi.
“Pada Senin kemarin tercatat kenaikan konsumsi sekitar 15 sampai 20 kiloliter. Namun stok masih mencukupi, sehingga penyaluran tetap berjalan stabil,” ujarnya.
Wahyudi menekankan, pemanfaatan BBM subsidi dan kompensasi negara diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Papua Barat. Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan agar BBM subsidi benar-benar digunakan oleh kelompok yang berhak.
“Koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terus dilakukan agar penyaluran BBM subsidi tepat sasaran, tepat volume, dan tepat guna,” kata dia.
Dari sisi operator, Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi BBM subsidi dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Awan Raharjo menyatakan,












