Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Ekonomi

Rupiah Melemah, Harga Sandang hingga Biaya Umrah di Majalengka Naik

×

Rupiah Melemah, Harga Sandang hingga Biaya Umrah di Majalengka Naik

Sebarkan artikel ini
Toko kebutuhan sandang di Majalengka menjual karpet, permadani, dan seprai di tengah kenaikan harga akibat pelemahan rupiah terhadap dolar AS.
Sejumlah kebutuhan sandang seperti karpet, permadani, seprai, hingga pakaian dijual di salah satu toko di Majalengka, Jawa Barat. Pelaku usaha mengeluhkan kenaikan harga barang akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: Istimewa)

Majalengka — Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai dirasakan pelaku usaha di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Kenaikan biaya impor membuat sejumlah kebutuhan sandang, mulai dari pakaian hingga perlengkapan rumah tangga, mengalami lonjakan harga.

Dampak itu dirasakan para pedagang di Desa Baribis, Kecamatan Cigasong. Sejumlah produk seperti baju, celana, karpet permadani, hingga seprai dilaporkan mengalami kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir.

Pelaku usaha menyebut kenaikan harga rata-rata mencapai sekitar 15 persen. Kondisi tersebut dipicu naiknya biaya modal, terutama pada barang yang bahan baku atau distribusinya dipengaruhi kurs dolar AS.

“Beberapa barang memang mengalami kenaikan harga, terutama karpet dan seprai,” kata salah satu pelaku usaha di wilayah tersebut.

Kenaikan harga membuat daya beli masyarakat ikut terdampak. Sejumlah konsumen mulai mengurangi pembelian atau menunda belanja kebutuhan non-prioritas karena harga dinilai semakin mahal.

Fauziah, salah satu pembeli, mengaku kini lebih selektif saat berbelanja kebutuhan rumah tangga dan pakaian.

“Harga sekarang terasa lebih mahal dibanding sebelumnya,” ujarnya.

Tak hanya sektor sandang, pelemahan rupiah juga mulai berdampak pada bisnis perjalanan ibadah umrah dan haji.

Pengusaha travel di Majalengka menyebut biaya operasional meningkat, terutama pada komponen tiket pesawat dan hotel yang menggunakan mata uang asing. Kondisi itu memaksa penyelenggara menyesuaikan harga paket perjalanan.

Memet Tasmat, salah satu pengusaha travel umrah, mengatakan biaya perjalanan umrah terpaksa dinaikkan sekitar Rp3 juta untuk menutupi kenaikan komponen biaya.

Menurutnya, kondisi tersebut dikhawatirkan memengaruhi minat masyarakat untuk mendaftar umrah di tengah situasi ekonomi yang belum stabil.

Pelaku usaha berharap nilai tukar rupiah segera membaik agar harga barang kebutuhan dan biaya layanan kembali stabil, sehingga daya beli masyarakat tidak terus tertekan.

Baca Juga  Harga Plastik Naik, Pedagang Mie Ayam di Sumedang Beralih ke Bungkus Daun Pisang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *