Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Nasional

Relawan TGB Protes Hasil Survei Poltracking Indonesia

×

Relawan TGB Protes Hasil Survei Poltracking Indonesia

Sebarkan artikel ini

Tuan Guru Bajang (TGB) Muhamad Zainul Majdi – Foto Istimewa

Bacakabar.idKOORDINATOR nasional relawan Tuan Guru Bajang (TGB) Muhamad Zainul Majdi mempertanyakan hasil survei yang dilakukan Poltracking Indonesia lantaran tidak mencantumkan nama mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut.

“Kami memprotes lembaga survei Poltracking karena tidak memasukan nama TGB Muhammad Zainul Majdi pada simulasi Cawapres dalam rilis survei terbarunya. Padahal, dirilis survei yang sama, TGB Muhammad Zainul Majdi masuk dalam simulasi Capres dengan perolehan 0,3 persen, yang mana angka itu setara dengan perolehan Puan Maharani dan Zulkifli Hasan,” kata Koordinator Nasional Relawan TGB Se-Indonesia Nanang Firdaus Masduki dalam siaran pers yang diterima redaksi media ini, Minggu, (30/4/2023).

Menurut Nanang Firdaus, pihaknya juga memprotes hasil survei Poltracking Indonesia menyingkirkan nama TGB Muhammad Zainul Majdi seorang diri pada simulasi Cawapres pada rilis terbarunya.

“Padahal, perolehan angka TGB Muhammad Zainul Majdi pada simulasi 20 Capres pilihan publik terdapat beberapa nama kandidat yang perolehannya dibawah perolehan TGB, seperti Yahya Cholil Tsaquf, Luhut Binsar Panjaitan, Tito Karnavian dan Muhammad Mardiono yang masing-masing berada di angka 0,1 persen,” ujarnya.

Dirinya menegaskan, bahwasannya relawan TGB di seluruh Indonesia merasa dirugikan dengan tindakan lembaga Survei Poltracking mengeliminasi nama TGB pada survei tersebut.

“Kami menuntut Lembaga Survei Poltracking untuk mengklarifikasi dan menjelaskan secara nalar ilmiah dan metodologis kenapa hal tersebut bisa terjadi,” pinta Nanang Firdaus.

Dirinya berharap Poltracking Indonesia bisa memberikan klarifikasi yang masuk akal. Sehingga, pihaknya serta masyarakat bisa mengerti metode yang dipakai lembaga survei tersebut.

“Apabila penjelasan lembaga survei Poltracking bisa diterima secara metodologis ilmiah, maka kami akan menerima dengan lapang dada. Tapi sebaliknya, bila dianggap tidak fair, maka lembaga survei Poltracking diminta untuk minta maaf,” demikian disampaikan Nanang Firdaus Masduki. (Rel)

Baca Juga  Milad ke 111 Muhammadiyah, PDM Kapuas Gelar Aksi Sosial dan Bazar UMKM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *