MALANG – PT Waskita selaku kontraktor utama renovasi Stadion Kanjuruhan mulai melakukan perbaikan terhadap sejumlah bagian stadion yang sebelumnya menjadi temuan Anggota DPRD Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarrok.
Pekerjaan perbaikan dimulai pada Senin (3/8/2026), setelah dilakukan inspeksi lanjutan dan verifikasi teknis bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang pada Sabtu (1/8/2026).
Inspeksi tersebut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Malang Zulham Akhmad Mubarrok, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dispora Kabupaten Malang Samsul Arifin, serta perwakilan PT Waskita, Andriono.
Andriono mengatakan tim teknis langsung diterjunkan untuk mendata seluruh titik yang memerlukan perbaikan sebelum pekerjaan dimulai.
“Saat ini kami sedang melakukan pendataan teknis mana saja yang mengalami kerusakan agar penanganannya tepat sasaran. Action perbaikannya mulai kami lakukan hari Senin, 3 Agustus 2026,” ujarnya.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dispora Kabupaten Malang, Samsul Arifin, mengatakan kontraktor segera merespons temuan yang sebelumnya ramai dibahas di media sosial.
Menurutnya, pengecekan dilakukan menggunakan drone untuk mengidentifikasi bagian-bagian stadion yang mengalami kerusakan.
Sementara itu, Zulham Akhmad Mubarrok mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan kontraktor dalam menindaklanjuti hasil pengawasan di lapangan.
“Alhamdulillah responsnya sangat cepat setelah adanya penemuan indikasi kerusakan. Hari ini dilakukan verifikasi data terhadap bagian-bagian yang rusak,” katanya.
Ia berharap proses perbaikan mendapat dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum sehingga seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sebelum peringatan Hari Ulang Tahun Arema pada Agustus 2026.
Dalam laporan perkembangan pekerjaan yang diterimanya, tim Waskita telah memulai perbaikan pada sejumlah titik, termasuk mengerok lapisan finishing tribun yang mengelupas sebelum dilakukan pelapisan ulang. Tim lainnya juga menyiapkan pekerjaan perbaikan plafon dengan pemasangan scaffolding dan material pendukung.
Renovasi Stadion Kanjuruhan sebelumnya dilaksanakan menggunakan anggaran pemerintah pusat sekitar Rp335 miliar. Sejumlah bagian yang kini diperbaiki di antaranya lapisan finishing tribun dan beberapa titik plafon yang memerlukan penyempurnaan.
Zulham menegaskan pengawasan DPRD dilakukan untuk memastikan Stadion Kanjuruhan memenuhi aspek keamanan dan kelayakan sebelum dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.












