Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Banjarmasin

Pemprov Kalsel Perluas Kampung Siaga Bencana, Dua Kabupaten Dapat Lumbung Sosial Baru

×

Pemprov Kalsel Perluas Kampung Siaga Bencana, Dua Kabupaten Dapat Lumbung Sosial Baru

Sebarkan artikel ini
Suasana pelatihan dan simulasi penanggulangan bencana oleh peserta Kampung Siaga Bencana di Desa Batulaki, Hulu Sungai Selatan, Kalsel.
Suasana pelatihan dan simulasi penanggulangan bencana oleh peserta Kampung Siaga Bencana di Desa Batulaki, Hulu Sungai Selatan, Kalsel.

Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bekerja sama dengan Kementerian Sosial mempercepat penguatan mitigasi bencana di daerah rawan melalui pembentukan dua Kampung Siaga Bencana (KSB) baru di Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah.

Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi di Kalsel, terutama banjir, angin kencang, dan tanah longsor.

Plh. Kepala Dinas Sosial Kalsel, Achmadi, mengatakan pembentukan KSB di Desa Batulaki, Hulu Sungai Selatan, berlangsung 12–14 November 2025 dengan 60 peserta. Agenda meliputi pelatihan kesiapsiagaan, simulasi penanganan darurat, hingga penyediaan lumbung sosial berisi peralatan respons cepat.

“Kami menyiapkan peralatan rumah tangga, posko, genset, mesin senso, hingga lauk-pauk. Lumbung sosial menjadi pos pertama dalam bantuan darurat,” kata Achmadi di Banjarmasin, Jumat (21/11/2025).

Selain KSB, lima sekolah sekitar lokasi juga mendapat program Tagana Masuk Sekolah (TMS) yang melibatkan sekitar 650 pelajar dari tingkat SD hingga SMA. Materinya mencakup edukasi kebencanaan, simulasi evakuasi, dan pengenalan alat penanganan darurat.

Program serupa digelar di Desa Kayu Rabah, Hulu Sungai Tengah, pada 17–19 November 2025. Sebanyak 60 peserta mengikuti pelatihan KSB, sementara TMS kembali diadakan di lima sekolah. Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam menyerahkan bantuan lumbung sosial senilai Rp176 juta kepada pemerintah daerah.

Peserta KSB dibekali keterampilan teknis seperti pendirian tenda, evakuasi menggunakan perahu karet, pengelolaan dapur umum, hingga Vertical Rescue. Seluruh anggota akan bertugas berdasarkan SK kepala daerah agar koordinasi tetap terstruktur.

Saat ini Kalsel memiliki 24 KSB, 46 lumbung sosial, dan 3 Kawasan Siaga Bencana. Penambahan dua KSB baru dilakukan di wilayah yang dinilai belum memiliki riwayat bencana besar, namun masuk kategori rawan.

Baca Juga  HUT ke-51, DPD PDI Perjuangan Kalsel Gelar Do'a Bersama

“Kita berharap bencana tidak terjadi, tapi kesiapsiagaan harus dibangun. Saat darurat terjadi, masyarakat sudah siap dan terorganisir,” ujar Achmadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *