Jakarta, Bacakabar – Peringatan Hari Buruh Internasional 2025 di Monas, Jakarta, mencetak sejarah baru. Untuk pertama kalinya sejak era Presiden Soekarno, seorang kepala negara kembali berdiri bersama ratusan ribu buruh, tidak sekadar menyaksikan, tetapi juga menyuarakan perjuangan mereka. Presiden Prabowo Subianto secara langsung menyampaikan komitmennya terhadap isu buruh dan keadilan sosial.
Dalam orasinya, Presiden Prabowo menegaskan dukungannya terhadap RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga yang telah tertunda selama lebih dari dua dekade. “Mudah-mudahan tidak lebih dari tiga bulan, undang-undang ini akan kita bereskan,” ujarnya dari atas panggung, disambut riuh tepuk tangan para buruh.
Presiden juga mengumumkan pembentukan Satgas PHK dan Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional untuk melindungi pekerja dari pemutusan kerja semena-mena dan menjamin aspirasi buruh langsung terdengar oleh negara.
Tak hanya itu, pemerintah juga telah menaikkan UMP sebesar 6,5%, menurunkan tarif listrik rumah tangga, menjaga harga pangan tetap stabil, dan mempercepat pencairan hak-hak buruh terdampak PHK. “Kalau rakyat kecil punya penghasilan cukup, daya beli meningkat, ekonomi bergerak, pengusaha juga untung,” ujar Prabowo dalam pidatonya.
Ia juga menyambut baik aspirasi buruh terkait penghapusan sistem kerja outsourcing serta mendorong perusahaan memberikan Bonus Hari Raya (BHR) kepada pekerja informal seperti ojol.
Kebijakan-kebijakan pro-buruh yang diambil menunjukkan bahwa arah pemerintahan Presiden Prabowo sejalan dengan aspirasi pekerja. Dengan begitu, tak berlebihan jika rakyat menyebutnya sebagai harapan baru buruh Indonesia.












