Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Nasional

Sopir Blokade Jalan di Surabaya, Akhirnya Pertamina Setuju 5 Solusi

×

Sopir Blokade Jalan di Surabaya, Akhirnya Pertamina Setuju 5 Solusi

Sebarkan artikel ini
aksi demo sopir gsjt di pertamina surabaya dijaga aparat polisi
Massa sopir yang tergabung dalam GSJT berunjuk rasa di depan Kantor Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Surabaya, Rabu (29/4/2026).

SURABAYA — Aksi unjuk rasa yang digelar Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) di depan Kantor Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Rabu (29/4/2026), berakhir setelah tercapai kesepakatan antara perwakilan sopir dan pihak Pertamina.

Demonstrasi yang sempat memblokade Jalan Jagir Wonokromo sejak sore hingga malam itu mencair usai audiensi menghasilkan lima poin solusi terkait polemik barcode BBM subsidi.

Koordinator GSJT, Supriyono, mengatakan kesepakatan tersebut menjadi langkah konkret menjawab keluhan sopir, terutama terkait pemblokiran kendaraan dalam sistem subsidi tepat.

Salah satu poin utama menyebutkan proses pendaftaran hingga pembukaan blokir kendaraan akan difasilitasi melalui posko atau call center, dengan target penyelesaian maksimal 1×24 jam setelah data dinyatakan lengkap.

Pertamina juga berkomitmen menghadirkan tim verifikator di kantor untuk mempercepat validasi data kendaraan.

Selain itu, GSJT diminta menyerahkan data lengkap kendaraan anggotanya guna meminimalkan risiko pemblokiran di kemudian hari.

Untuk sopir angkutan barang, khususnya yang membawa muatan mudah rusak, Pertamina menjanjikan percepatan penyelesaian barcode terblokir maksimal tiga jam setelah data lengkap diterima.

Kedua pihak juga sepakat membuka jalur komunikasi lanjutan jika ditemukan kendala serupa ke depan.

Kesepakatan ini dituangkan dalam notulensi resmi yang ditandatangani Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi.

Aksi blokade jalan diketahui berlangsung cukup lama, sejak pukul 15.00 hingga sekitar 22.15 WIB, sebelum massa membubarkan diri secara tertib.

Sebelumnya, sopir truk memprotes kebijakan penggunaan barcode sebagai syarat pembelian solar subsidi. Mereka menilai sistem tersebut kerap menimbulkan kendala teknis yang menghambat distribusi barang.

Baca Juga  Pertamina Patra Niaga Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Semeru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *