TANAH LAUT – Kerusakan parah terjadi pada jalan tembus Desa Sungai Pinang, Kecamatan Tambang Ulang menuju Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Kondisi jalan yang dipenuhi lubang besar dan genangan air membuat pengendara kesulitan melintas.
Kerusakan jalan diperkirakan mencapai sekitar delapan kilometer. Sejumlah bagian badan jalan terlihat hancur dan berlubang sehingga kendaraan harus berjalan perlahan untuk menghindari kubangan air.
Suhaimi, pengendara yang sering melintas di jalur tersebut, mengatakan kerusakan jalan sudah berlangsung sekitar lima bulan terakhir. Menurutnya, sebelumnya hanya terdapat lubang kecil, namun kondisinya kini semakin parah.
“Kalau sebelumnya cuma lubang kecil, tapi sekarang sudah rusak parah. Kurang lebih lima bulan terakhir kondisinya seperti ini, padahal lubang kecilnya sudah ada sekitar satu tahun,” ujarnya.
Akibat kerusakan jalan tersebut, banyak kendaraan mengalami kerusakan, terutama kendaraan angkutan yang rutin melintas. Beberapa pengendara mengaku kendaraan mereka mengalami kerusakan seperti patah as roda hingga kerusakan pada bagian roda akibat jalan berlubang.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Rabu (11/3/2026), sejumlah lubang besar terlihat menggenangi badan jalan. Sebagian permukaan jalan bahkan sudah hancur sehingga pengendara harus memilih jalur yang lebih tinggi agar kendaraan tidak terjebak di kubangan air
Hamdi, warga RT 5 Desa Sungai Pinang, mengatakan kondisi jalan tersebut cukup membahayakan bagi pengendara.
“Kalau melintas harus benar-benar memilih jalur yang lebih tinggi supaya mobil atau motor tidak terjebak di kubangan,” ujarnya.

Kepala Desa Sungai Pinang, Agunandi, membenarkan kondisi kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung beberapa bulan terakhir. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui dinas terkait segera melakukan perbaikan karena jalan tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kabupaten Tanah Laut tidak berada di kantor saat didatangi. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp juga belum mendapat jawaban.
Diketahui, jalan tersebut sempat difungsikan sebagai jalur alternatif ketika jembatan di wilayah Bati-Bati mengalami kerusakan. Sejak saat itu, intensitas kendaraan yang melintas meningkat dan diduga turut mempercepat kerusakan jalan.












