Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Tanah Laut

Polda Kalsel Panen Raya Jagung di Tanah Laut, Produksi Tembus 4 Ton per Hektare

×

Polda Kalsel Panen Raya Jagung di Tanah Laut, Produksi Tembus 4 Ton per Hektare

Sebarkan artikel ini
Wakapolda Kalsel bersama Forkopimda mengikuti kegiatan Panen Raya Jagung Serentak di lahan pertanian Kecamatan Bati-Bati, Tanah Laut.
Wakapolda Kalimantan Selatan bersama unsur Forkopimda dan petani melepas hasil panen saat Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II di Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Sabtu (16/5/2026).

TANAH LAUT — Polda Kalimantan Selatan menggelar panen raya jagung serentak di Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Sabtu (16/5/2026), sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional yang digelar serentak di berbagai daerah.

Kegiatan tersebut terhubung secara daring dengan panen raya nasional yang dipusatkan di Tuban, Jawa Timur, dan dipimpin langsung Presiden RI Prabowo Subianto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Di Tanah Laut, panen dilakukan di lahan jagung seluas sekitar 5 hektare dengan produktivitas rata-rata mencapai 4 ton per hektare.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi mengatakan, Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Golkar Pangarso Rahardjo Winarsadi optimistis produksi jagung di wilayah tersebut masih bisa ditingkatkan.

Menurutnya, selain memperluas lahan tanam, kepolisian bersama pemangku kepentingan juga mendorong riset bibit dan pupuk untuk meningkatkan hasil panen.

“Kita masih melakukan perluasan lahan sekaligus riset bibit dan pupuk terbaik agar produksi bisa lebih maksimal,” ujar Adam kepada media.

Bati-Bati bahkan diproyeksikan menjadi salah satu sentra jagung di Kalimantan Selatan untuk mendukung program swasembada pangan.

Selain produksi, pemerintah daerah juga menyiapkan skema perlindungan harga bagi petani saat masa panen raya. Salah satunya melalui penetapan tabel rafaksi berdasarkan keputusan gubernur sebagai acuan harga jual jagung.

Untuk jagung pipil basah dengan kadar air 28–35 persen, harga dipatok sekitar Rp4.000 per kilogram, sedangkan jagung dengan kadar air lebih rendah sekitar 18–20 persen dihargai Rp5.500 per kilogram.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus memberi kepastian bagi petani di tengah potensi panen melimpah.

Kegiatan panen raya turut dihadiri unsur Forkopimda, pejabat Polda Kalsel, pemerintah daerah, perguruan tinggi, Bulog, hingga perwakilan perusahaan dan kelompok tani.

Baca Juga  Polda Kalsel Kerahkan Dapur Lapangan dan Water Treatment untuk Warga Terdampak Banjir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *