Surabaya, Bacakabar – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menjadi korban kejahatan siber berbasis teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Video manipulatif yang menampilkan dirinya menawarkan motor murah beredar luas di media sosial, memicu keresahan publik.
Video tersebut merupakan hasil rekayasa teknologi deepfake yang secara visual menyerupai Gubernur Khofifah. Dalam video itu, pelaku memalsukan ucapan Khofifah seolah-olah menawarkan sepeda motor hanya seharga Rp500 ribu lengkap dengan surat-surat resmi, tanpa sistem pembayaran di tempat (COD).
Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Timur yang menerima laporan pertama dari Dinas Kominfo Jatim pada 14 April 2025 langsung melakukan patroli siber intensif. Dalam waktu singkat, tiga pelaku berhasil diringkus di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
“Ketiga pelaku memiliki peran berbeda. HMP membuat video dan akun TikTok, UP mengunggah konten, sementara AH berperan sebagai admin WhatsApp untuk menjerat korban,” ungkap Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Bagoes Wibisono dalam konferensi pers, Senin (28/4/2025).
Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menyatakan, selain Gubernur Khofifah, pelaku juga memalsukan video Gubernur Jawa Tengah dan Jawa Barat dengan modus serupa.
“Ini bukan hanya pelanggaran etika digital, tapi kejahatan serius yang bisa menyesatkan ribuan warga,” tegasnya.
Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk file video deepfake, perangkat lunak editing, serta ponsel dan rekening penampung dana hasil penipuan. Ketiga tersangka kini terancam hukuman hingga 12 tahun penjara berdasarkan UU ITE Nomor 1 Tahun 2024 Pasal 45A dan 51.
Kasus ini menjadi peringatan keras atas maraknya penyalahgunaan AI di ruang digital. Masyarakat diimbau lebih waspada terhadap tawaran mencurigakan di media sosial, terlebih yang mengatasnamakan pejabat publik.












