SURABAYA — Arus mudik Lebaran 2026 di Stasiun Surabaya Gubeng memuncak. Ribuan penumpang memadati stasiun utama di Kota Pahlawan itu, bahkan di tengah hujan yang mengguyur sejak pagi.
Dalam satu hari, tercatat sebanyak 16.351 penumpang berada di Stasiun Gubeng. Dari jumlah tersebut, 10.423 penumpang berangkat, sementara 5.928 lainnya datang.
Antrean panjang terlihat di area keberangkatan. Ruang tunggu hingga area luar gate dipenuhi calon penumpang yang membawa koper dan berbagai barang bawaan. Meski cuaca kurang bersahabat, minat masyarakat menggunakan kereta api tetap tinggi.
Di tingkat regional, PT KAI Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mencatat lonjakan signifikan. Pada puncak arus mudik, jumlah penumpang diproyeksikan menembus lebih dari 50 ribu orang dalam sehari.
Sementara itu, data H-1 Lebaran pada Jumat (20/3/2026) menunjukkan total penumpang di wilayah Daop 8 mencapai 38.543 orang, dengan rincian 23.012 penumpang berangkat dan 15.531 penumpang datang.
Stasiun Gubeng kembali menjadi titik tersibuk dengan volume penumpang mencapai 11.170 orang, disusul Stasiun Pasarturi dan Malang.
Secara kumulatif, selama periode Angkutan Lebaran 11–20 Maret 2026, jumlah pengguna kereta api di wilayah Daop 8 telah mencapai 431.280 penumpang. Tingkat penjualan tiket pun sudah menyentuh 75 persen dari total kapasitas.
Tingginya angka tersebut menegaskan bahwa kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk mudik. Selain faktor keamanan dan kenyamanan, ketepatan waktu serta kemudahan akses menjadi alasan utama.
PT KAI mengimbau masyarakat untuk datang lebih awal ke stasiun, menjaga barang bawaan, serta mematuhi aturan perjalanan demi kelancaran arus mudik Lebaran tahun ini.












