SURABAYA – Pemadaman listrik bergilir melanda sejumlah wilayah Jawa Timur selama dua pekan terakhir. Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Malang, hingga Jember dan Bondowoso mengalami gelap gulita.
Dampaknya tak hanya rumah tangga. Lampu lalu lintas padam di tujuh titik sekaligus, palang pintu perlintasan kereta api lumpuh, dan kemacetan parah mewarnai jalan-jalan protokol Surabaya.
PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur melalui Manajer Komunikasi PLN, Dana Puspita, menerangkan pemadaman terjadi akibat gangguan teknis pada dua unit pembangkit besar. Pasokan suplai turun di bawah 5 persen.
“Kami terpaksa melakukan manajemen beban demi menjaga stabilitas sistem,” ujarnya.
Puspita menambahkan PLN memastikan pemadaman berlangsung maksimal 4 jam per sesi. Minimnya pemberitahuan terjadi karena gangguan di pembangkit bersifat mendadak, sehingga informasi tidak bisa disampaikan jauh-jauh hari.
“Kami memohon maaf dan terus menggenjot perbaikan. Masyarakat dapat memantau wilayah terdampak secara real-time melalui aplikasi PLN Mobile,” imbuhnya.
Sementara Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan, ini bukan karena kelangkaan batubara, melainkan kendala teknis mesin pembangkit yang sedang diperbaiki.
“Kalau dikatakan bahwa masalah batubara langka itu tidak benar,” tegas Bahlil.












