MALANG – Menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Grand Mercure Malang Mirama bersama Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), Local Preneur, dan People Hub meluncurkan gerakan “Beyond Waste”.
Inisiatif ini mengajak industri dan masyarakat mengubah limbah makanan menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.
Cluster General Manager Grand Mercure Malang Mirama & Mercure Surabaya Grand Mirama, Sugito Adhi, mengatakan program ini merupakan langkah nyata penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) yang tidak hanya berfokus pada pengurangan limbah, tetapi juga menciptakan dampak sosial dan ekonomi berkelanjutan.
“Melalui Beyond Waste, kami ingin membangun budaya keberlanjutan yang dapat diterapkan secara nyata serta menjadi warisan tanggung jawab bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Menurut Sugito, konsep ekonomi sirkular yang diusung dalam gerakan ini membuka peluang baru bagi masyarakat. Limbah organik yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi produk bermanfaat, menciptakan lapangan kerja, sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan baku baru.
Komitmen tersebut telah diterapkan dalam operasional hotel. Operational Manager Grand Mercure Malang Mirama, Wahyu Widianto, menjelaskan bahwa sumber terbesar limbah makanan berasal dari layanan sarapan.
Saat jumlah tamu sarapan mencapai 250 orang, limbah yang dihasilkan berkisar 8 hingga 10 kilogram per hari. Angka tersebut dapat meningkat menjadi 13 hingga 15 kilogram ketika tingkat hunian mencapai 400 hingga 500 tamu.
Untuk menjaga jumlah limbah tetap terkendali, manajemen hotel menerapkan berbagai langkah pengelolaan ulang. Roti yang tidak terjual diolah kembali menjadi hidangan penutup khas Timur Tengah, Om Ali, sementara stroberi yang tidak memenuhi standar tampilan diproses menjadi selai. Adapun sisa makanan yang sudah tidak layak konsumsi dimanfaatkan sebagai bahan kompos dan pakan ternak.
Founder Local Preneur, Baskoro, menilai kepedulian lingkungan harus menjadi bagian dari budaya bisnis modern. Menurutnya, kontribusi terhadap kelestarian lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten oleh pelaku usaha.
Dosen Fakultas Peternakan Unikama, Dr. Ir. Tri Ida Wahyu Kustyorini, S.Pt., M.P., IPM., ASEAN Eng., mengingatkan bahwa limbah makanan yang tidak dikelola dengan baik berpotensi meningkatkan pencemaran lingkungan dan emisi gas rumah kaca. Sebaliknya, jika diolah secara tepat, limbah organik dapat dimanfaatkan menjadi pakan ternak maupun pupuk yang memiliki nilai ekonomi.
Peluncuran Beyond Waste melibatkan sekitar 50 peserta dari sektor perhotelan, UMKM kuliner, akademisi, hingga organisasi non-pemerintah. Kegiatan tersebut diisi dengan diskusi keberlanjutan, edukasi pengelolaan limbah makanan, serta demonstrasi pengolahan limbah menjadi pakan ternak bersama peternak lokal.
Mengusung tema “Building a Sustainable Future, One Waste at a Time”, gerakan ini menargetkan peningkatan kesadaran masyarakat hingga 95 persen dan pengurangan limbah makanan sampai 80 persen.












