SUMEDANG, Jawa Barat — Sejumlah pengguna jalan mengeluhkan kondisi akses menuju kawasan wisata Jatigede, Kabupaten Sumedang, yang dinilai semakin membahayakan akibat aktivitas truk pengangkut pasir dan tanah. Material tambang yang tercecer membuat badan jalan berdebu saat cuaca kering dan berubah menjadi licin ketika hujan turun, Selasa (13/1/2026).
Pantauan di lapangan menunjukkan, ruas jalan sepanjang lebih dari satu kilometer, mulai dari pertigaan Desa Tolengas hingga Desa Darmawangi, Kecamatan Tomo, dipenuhi tanah dan pasir yang terbawa roda truk. Kondisi tersebut mengganggu kenyamanan sekaligus keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.
Sejumlah warga menyebut, material yang menutup permukaan jalan kerap menyebabkan kendaraan kehilangan kendali. Tidak sedikit pengendara roda dua dilaporkan terjatuh akibat jalan yang licin saat hujan.
Ade Wihana, salah seorang pengendara sepeda motor yang rutin melintasi jalur tersebut, mengatakan kondisi jalan sangat bergantung pada cuaca. Saat kemarau, debu tebal mengganggu jarak pandang, sementara ketika hujan turun, jalan menjadi licin dan berbahaya.
“Kalau panas, jalannya berdebu. Kalau hujan, jadi licin,” ujar Ade.
Ia menilai minimnya upaya pembersihan dan penyiraman jalan oleh pihak pengusaha tambang memperparah situasi. Menurutnya, jika dilakukan penyiraman rutin dan pengelolaan material yang lebih tertib, risiko kecelakaan bisa ditekan.
Selain membahayakan pengguna jalan, aktivitas truk bermuatan berat juga dinilai mempercepat kerusakan infrastruktur. Ade menyebut, ruas Tolengas–Jatigede baru diperbaiki sekitar empat bulan lalu, namun kini mulai menunjukkan kerusakan di sejumlah titik.
“Di beberapa bagian sudah muncul lubang-lubang kecil dan ada jalan yang mulai amblas, terutama di jalur yang sering dilewati truk pasir,” katanya.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan menertibkan aktivitas angkutan tambang, termasuk pengawasan muatan truk dan kewajiban menjaga kebersihan jalan, demi keselamatan pengguna jalan dan keberlanjutan infrastruktur menuju kawasan wisata Jatigede.












