Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
NasionalPolitik

Fernando Emas : Perang Bharatayudha Megawati VS Jokowi

×

Fernando Emas : Perang Bharatayudha Megawati VS Jokowi

Sebarkan artikel ini
Presiden Jokowi dan Ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (Foto : IST)

DIREKTUR Rumah Politik Indonesia Fernando Emas, mengatakan

PDIP sejatinya bisa melakukan perang Bharatayudha dengan Jokowi.

Ia menilai perang besar dalam pewayangan Jawa itu bisa dilakukan Megawati terhadap Jokowi yang telah membangkang perintah partai.

“Berani gak Megawati perang bharatayudha dengan Jokowi?. Contohnya, berani gak Megawati memecat Jokowi dari kader PDIP?. Berani gak PDIP menarik mundur seluruh kabinetnya di pemerintahan Jokowi saat ini?,” kata Fernando Emas, Sabtu (25/11/2024).

Jika Megawati berani melakukan hal itu, Fernando yakin elektabilitas calon presiden Ganjar Pranowo sebagai calon presiden akan meroket.

“Jika perang bharatayudha antara Megawati dan Jokowi terjadi saya yakin suara PDIP akan melejit suaranya. Megawati seperti Pandawa sementara Jokowi seperti Kurawa. Dalam perang itu akhirnya, Pandawa yang menang. Saya yakin jika perang bharatayudha antara Megawati dan Jokowi terjadi partai berlambang kepala banteng itu akan menang,” jelasnya.

Kata Fernando, dalam perang bharatayudha yang terjadi dalam cerita pewayangan pasti ada yang menikmati hasilnya.

“Siapa penikmat perang baratayuda itu? Ya pasti Megawati dan partainya. PDIP ini partai yang sudah teruji kematangannya dalam politik. Kader-kader PDIP sudah tahan gempur. Saya yakin PDIP akan kembali moncer jika perang baratayudha terjadi,” katanya.

Dijelaskannya, ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebagai partai utama pengusung Jokowi mulai dari Walikota Solo hingga presiden harus bersikap tegas.

Menurutnya, sikap Jokowi dan keluarganya yang telah “menusuk” Megawati dan mendorong Gibran Rakamuning Raka menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto merupakan perilaku yang kurang etis.

“Ini sikap politik yang tidak etis. Jokowi dan keluarganya besar di PDIP. Masak mereka menganjukan anaknya menjadi cawapres yang berseberangan dengan PDIP,” jelasnya.

Baca Juga  Satu Jenazah KM Ladang Pertiwi Kembali Teridentifikasi

(Witanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *