Kotabaru, bacakabar — Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Kotabaru menggelar sosialisasi pencegahan narkotika, bullying, dan pergaulan bebas di Gedung Mahligai Pemuda. Seratus peserta dari OKP, OSIS, hingga BEM perguruan tinggi hadir dalam kegiatan ini.
Dua narasumber dihadirkan: Polres Kotabaru yang membedah bahaya narkotika, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) yang mengupas materi bullying dan pergaulan bebas.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kotabaru menekankan pentingnya pemuda membentengi diri sejak dini. Ia menyebut generasi muda akan berhadapan dengan dinamika ekonomi global dan gempuran teknologi yang kian masif.
“Ke depan kita berhadapan dengan keadaan di mana perekonomian semakin rumit, tapi juga semakin cerah. Di sana tersirat harapan yang lebih baik,” ujarnya.
Ia mendorong pemuda memiliki prinsip hidup yang kokoh. “Harus mempunyai harapan, cita-cita, dan kekuatan. Kelak, Indonesia akan berada dalam genggaman kalian,” tegasnya di akhir sambutan sambil meneriakkan yel-yel, “Salam Kotabaru! Salam Sehat! Salam Pemuda!”
Sekretaris Daerah (Sekda) Kotabaru menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya penyalahgunaan narkoba, bullying, hingga pergaulan bebas yang kini merambah kalangan remaja dan anak-anak. Ia berharap sosialisasi ini tidak berhenti sebagai seremoni belaka.
“Kita berharap ini masif dilaksanakan, bukan hanya formalitas hari ini, dan mudah-mudahan berkelanjutan,” harapnya.
Menanggapi isu oknum guru yang diduga melakukan perundungan terhadap sesama guru, Sekda tak menyembunyikan kekecewaannya. Ia meminta dinas terkait melakukan pembinaan ketat dan menjatuhkan sanksi jika terbukti.
“Guru ini teladan. Lebih dipanut anak-anak daripada orang tua. Kita sangat kecewa dengan kejadian ini. Jangan sampai di kalangan guru mem-bully, apalagi ke siswa. Kalau bisa ada sanksi, kita berikan sanksi,” tegasnya.
Kepala Bidang Kepemudaan Disparpora Kotabaru, Ida Trisanti, menjelaskan pemilihan tema tahun ini sengaja diperluas mengikuti realita sosial yang berkembang di kalangan anak muda.
“Kita melihat situasi yang sedang berkembang. Sekarang sosial media jadi hal utama generasi muda. Kita sering lihat bullying, pergaulan bebas, makanya kita tambahkan di materi anti-narkoba ini,” jelasnya.
Disparpora menargetkan dua hingga tiga kali pelaksanaan sepanjang tahun dengan menyasar zona prioritas seperti Pulau Laut Seberang. “Harapan kita para pemuda bisa menjadi agent of change, membawa dampak positif untuk dirinya sendiri maupun lingkungan di sekitarnya,” tutup Ida.












