KOTABARU — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotabaru, Akhmad Romansyah, menegaskan pemerataan layanan pendidikan hingga wilayah terpencil dan kepulauan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Luasnya wilayah geografis Kotabaru, menurut dia, menuntut pelayanan pendidikan yang lebih adaptif agar guru maupun siswa di pelosok tidak tertinggal.
Romansyah mengatakan perjuangan tenaga pendidik di wilayah terpencil menjadi alasan utama Dinas Pendidikan terus membenahi sistem pelayanan, terutama urusan administrasi bagi guru yang harus menempuh perjalanan jauh menuju pusat pemerintahan.
“Motivasi terbesar kami melihat perjuangan guru-guru di daerah terpencil. Ada yang datang dari Pulau Sembilan, Sungai Nyamuk, bahkan daerah pegunungan hanya untuk mengurus administrasi pendidikan,” ujar Romansyah saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (19/5/2026).
Karena itu, ia menginstruksikan seluruh jajaran Dinas Pendidikan agar memberikan pelayanan cepat kepada guru yang datang dari luar wilayah perkotaan. Menurutnya, guru dari daerah kepulauan maupun pegunungan tak seharusnya dipersulit dengan proses birokrasi yang berlarut.
“Kalau ada guru dari daerah jauh datang ke kantor, kami minta urusannya selesai hari itu juga. Jangan sampai mereka harus bolak-balik karena perjalanan mereka tidak mudah,” katanya.
Untuk mendukung percepatan layanan, Dinas Pendidikan mulai memanfaatkan sistem digital, termasuk penggunaan tanda tangan elektronik dalam proses administrasi tertentu. Langkah itu diharapkan memangkas waktu pengurusan dokumen dan memudahkan tenaga pendidik di daerah yang memiliki keterbatasan akses transportasi.
Selain persoalan administrasi, kondisi infrastruktur sekolah di kawasan terpencil juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Romansyah mengakui masih ada sekolah di wilayah pesisir, kepulauan, dan pegunungan yang membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana.
Meski begitu, pemerintah daerah disebut terus melakukan pendataan untuk menentukan sekolah yang menjadi prioritas perbaikan melalui program rehabilitasi dan revitalisasi.
“Kami sudah memetakan sekolah-sekolah yang membutuhkan penanganan lebih dulu. Komitmen pemerintah daerah cukup besar untuk memperbaiki fasilitas pendidikan,” ujarnya.
Di tengah perkembangan teknologi, Dinas Pendidikan Kotabaru juga mendorong transformasi pembelajaran berbasis digital. Romansyah menilai peningkatan kompetensi guru menjadi kunci agar proses belajar mengajar mampu mengikuti perubahan zaman.
Menurut dia, penguatan pembelajaran berbasis deep learning menjadi salah satu fokus yang kini dikembangkan untuk memperdalam pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.
“Yang paling penting tetap peningkatan kompetensi guru. Karena guru menjadi kunci menghadapi transformasi pendidikan di era digital,” katanya.
Ia menambahkan, kemajuan teknologi turut membuka akses pembelajaran yang lebih luas bagi siswa. Perangkat digital, termasuk telepon genggam, kini dapat menjadi sarana pendukung belajar jika dimanfaatkan secara tepat.
Tak hanya itu, Dinas Pendidikan juga menargetkan penurunan angka anak putus sekolah di Kabupaten Kotabaru. Romansyah berharap dukungan orang tua dan masyarakat terus diperkuat agar seluruh anak tetap mendapatkan akses pendidikan.
“Harapan kami tidak ada lagi anak putus sekolah. Semua anak harus tetap semangat belajar demi masa depan mereka,” ujarnya.
Menjelang Hari Jadi Kabupaten Kotabaru, Dinas Pendidikan turut mengimbau sekolah ikut menyemarakkan peringatan dengan cara sederhana tanpa membebani orang tua siswa, termasuk dalam pelaksanaan kegiatan perpisahan sekolah.
Momentum hari jadi daerah juga akan dimanfaatkan sebagai sarana pengenalan sejarah lokal kepada generasi muda. Salah satunya melalui rencana pemutaran film sejarah Pulau Laut berjudul Pangeran Jaya Sumitra di sekolah-sekolah dan sejumlah ruang publik.
“Kami ingin anak-anak mengenal sejarah daerahnya sendiri dan menghargai jasa para pendiri Kabupaten Kotabaru,” kata Romansyah.












