Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Ekonomi

Pemkab Kotabaru Siapkan Strategi Ketahanan Pangan Hadapi Gejolak Harga

×

Pemkab Kotabaru Siapkan Strategi Ketahanan Pangan Hadapi Gejolak Harga

Sebarkan artikel ini
Sekda Kotabaru H. Eka Saprudin memberikan keterangan mengenai program ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan di Kotabaru.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kotabaru H. Eka Saprudin memberikan keterangan kepada awak media terkait strategi integrasi ketahanan pangan dan penguatan ekonomi kerakyatan di Kotabaru, Selasa (12/5/2026).

KOTABARU — Pemerintah Kabupaten Kotabaru mulai mengintegrasikan program ketahanan pangan dengan penguatan ekonomi kerakyatan untuk menjaga stabilitas daerah di tengah ketidakpastian iklim dan gejolak harga global.

Bupati Kotabaru H. Muhammad Rusli melalui Sekretaris Daerah H. Eka Saprudin mengatakan strategi tersebut dilakukan dengan menggerakkan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) agar program pangan dan ekonomi masyarakat berjalan terintegrasi.

Menurut Eka, Dinas Ketahanan Pangan difokuskan pada penguatan produksi, Dinas Koperasi, Perdagangan dan UMKM (Diskoperdag) menjaga distribusi dan pasar, sementara Dinas Pariwisata diarahkan menjadi etalase produk unggulan UMKM di destinasi wisata.

“Kami mengorkestrasi seluruh SKPD agar bergerak dalam satu irama. Ini adalah integrasi hilirisasi yang konkret,” ujar Eka saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (12/5/2026).

Untuk menghadapi ancaman perubahan iklim dan fluktuasi harga, Pemkab Kotabaru memilih memperkuat kemandirian produksi pangan melalui pembukaan lahan pertanian baru dan pemberdayaan masyarakat menanam komoditas pokok.

Langkah itu ditempuh agar kebutuhan pasar lokal dapat dipenuhi dari hasil produksi daerah sendiri sehingga tidak terlalu bergantung pada pasokan luar.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga menyiapkan pengawasan distribusi dan opsi subsidi pangan sebagai langkah antisipasi jika terjadi kelangkaan atau lonjakan harga.

Pemkab Kotabaru turut mendorong transformasi digital melalui pengembangan aplikasi pemantauan harga dan stok bahan pokok secara real-time.

“Informasi harga kebutuhan pokok nantinya akan ditampilkan agar masyarakat bisa memantau harga secara terbuka dan akurat,” kata Eka.

Selain penguatan sektor pangan, pemerintah daerah juga mulai menyiapkan petani milenial melalui pelatihan pertanian modern, bantuan bibit unggul, hingga pendampingan teknis berkelanjutan.

“Kita mengubah stigma. Bertani itu keren dan menguntungkan,” ujar Eka.

Menurut dia, pemanfaatan teknologi pertanian memungkinkan lahan terbatas hingga pekarangan rumah menjadi sumber ekonomi produktif bagi masyarakat.

Baca Juga  PT MJAB Bantah Isu Dua Anak Meninggal dan Tuduhan Penyebab Longsor di Satui

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *