Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Ekonomi

Pertamina Patra Niaga Pulihkan 105 Hektare Lahan Bekas Tambang di Palembang Lewat Program TJSL

×

Pertamina Patra Niaga Pulihkan 105 Hektare Lahan Bekas Tambang di Palembang Lewat Program TJSL

Sebarkan artikel ini
Program TJSL Pertamina Patra Niaga melibatkan masyarakat dan anak-anak dalam kegiatan pemulihan lingkungan lahan bekas tambang di Palembang.
Perwakilan Pertamina Patra Niaga bersama anak-anak warga saat kegiatan program TJSL di kawasan pemulihan lahan bekas tambang di Palembang.

Palembang – Pertamina Patra Niaga melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Mahmud Badaruddin II menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk memulihkan lahan bekas tambang di Kelurahan Talang Jambe dan Talang Betutu, Kota Palembang.

Kawasan tersebut diketahui merupakan area pengambilan tanah liat sejak 1970-an yang menyisakan sekitar 105 hektare lahan bekas galian. Kondisi ini memicu berbagai persoalan lingkungan, mulai dari penumpukan sampah, banjir, hingga potensi longsor yang berdampak pada masyarakat sekitar.

Melalui pendekatan TJSL terintegrasi, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel berupaya mengubah kawasan tersebut menjadi ruang produktif dan berkelanjutan. Program ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam penilaian PROPER Emas Kementerian Lingkungan Hidup.

Program dijalankan melalui empat fokus utama, yakni Permata, Pesona, Perkasa, dan Pelangi.

Pada program Permata, sekitar 0,42 hektare lahan bekas galian dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi masyarakat, termasuk pengembangan keramba jaring apung berbasis tenaga surya. Inisiatif ini disebut mampu meningkatkan pendapatan pengrajin batu bata hingga 25 persen serta pendapatan Kelompok Wanita Tani sebesar 133 persen.

Sementara itu, program Pesona berfokus pada pengelolaan sampah rumah tangga. Sekitar 85 persen sampah atau 3.600 kilogram per bulan berhasil dikelola melalui sistem pengolahan terpadu, termasuk inovasi pemanfaatan minyak jelantah menjadi pakan ikan oleh pelaku UMKM lokal.

Pada aspek mitigasi bencana, program Perkasa mendorong peningkatan kapasitas masyarakat siaga bencana, salah satunya melalui penanaman 250 pohon kelapa untuk memperkuat struktur tanah di area bekas galian.

Adapun program Pelangi menghadirkan ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) serta fasilitas bermain yang turut mendukung peningkatan kualitas gizi anak di wilayah tersebut.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M. V. Dumatubun, mengatakan program TJSL dirancang untuk menghadirkan solusi sosial dan lingkungan secara berkelanjutan.

Baca Juga  Forum Investasi Kalsel 2026, RSUD Ulin Jadi Andalan Tarik Investor di Jakarta

“Pendekatan ini tidak hanya memulihkan fungsi lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru dan memperkuat ketahanan masyarakat,” ujarnya.

Pertamina Patra Niaga berharap model pengelolaan ini dapat direplikasi di wilayah operasional lain sehingga lahan terdampak aktivitas lama dapat bertransformasi menjadi kawasan yang produktif dan aman bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *