Jakarta — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendorong peningkatan investasi dengan mempromosikan layanan unggulan RSUD Ulin dalam Forum Investasi 2026 yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (26/4).
Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menilai sektor kesehatan menjadi salah satu faktor penting dalam menarik minat investor, selain kepastian regulasi dan potensi ekonomi daerah.
“Investor tidak hanya melihat regulasi, tetapi juga kualitas layanan pendukung seperti kesehatan,” ujar Muhidin.
Ia menyebut realisasi investasi Kalimantan Selatan pada 2025 mencapai Rp32,85 triliun, tumbuh 35,1 persen dibanding tahun sebelumnya. Mayoritas investasi berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Menurutnya, momentum pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) serta dinamika ekonomi global harus dimanfaatkan untuk memperkuat daya saing daerah.
Dalam forum tersebut, RSUD Ulin memperkenalkan sejumlah layanan unggulan, mulai dari layanan jantung terpadu, radioterapi kanker, hingga teknologi CT Scan dan MRI. Rumah sakit ini juga telah meraih pengakuan internasional berupa Gold Status layanan stroke.
Muhidin menegaskan, kualitas layanan kesehatan menjadi bagian dari ekosistem investasi yang harus diperkuat.
“Ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga jaminan kualitas hidup bagi masyarakat dan tenaga kerja,” katanya.
Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR yang turut hadir menilai forum ini sebagai langkah strategis memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan investor.
Ia menambahkan, peningkatan layanan kesehatan akan berdampak langsung pada kepercayaan investor serta kesejahteraan masyarakat.
Forum ini diharapkan mampu mendorong masuknya investasi berkualitas sekaligus meningkatkan pelayanan publik di Kalimantan Selatan.












