HukumKriminal

BNN Bongkar Jaringan Narkoba China–Indonesia, Apartemen Ancol Jadi Lokasi Produksi

×

BNN Bongkar Jaringan Narkoba China–Indonesia, Apartemen Ancol Jadi Lokasi Produksi

Sebarkan artikel ini
Petugas BNN menghadirkan tersangka kasus jaringan narkoba internasional saat konferensi pers
Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) menghadirkan sejumlah tersangka saat konferensi pers pengungkapan jaringan narkoba lintas negara di Jakarta.

Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar jaringan narkotika lintas negara yang memproduksi obat terlarang di sebuah unit apartemen kawasan Ancol, Jakarta Utara. Dalam pengungkapan ini, BNN menetapkan tiga orang sebagai daftar pencarian orang (DPO), dua di antaranya warga negara China.

Pelaksana tugas Deputi Pemberantasan BNN RI, Budi Wibowo, mengatakan pengembangan penyidikan mengungkap peran sejumlah pihak dalam jaringan tersebut. “Hasil pendalaman menunjukkan keterlibatan pihak lain yang saat ini telah masuk dalam daftar pencarian orang,” ujar Budi kepada wartawan, Selasa (6/12/2026).

Tiga DPO masing-masing berinisial CY, ZQ alias J, dan H. Menurut BNN, ZQ alias J berperan sebagai pengendali jaringan, pemilik barang, sekaligus penyandang dana. CY diduga bertugas sebagai peracik narkotika jenis happy water, sementara H berperan sebagai penjaga gudang di Jakarta.

Pengungkapan kasus ini bermula dari pengawasan keimigrasian dan pemeriksaan kepabeanan terhadap penumpang dan barang bawaan yang datang dari Malaysia. Dalam pemeriksaan tersebut, petugas mengamankan dua penumpang berinisial HS dan DM yang membawa bahan kimia diduga mengandung narkotika jenis MDMA dan etomidate.

BNN menyebut HS dan DM berperan sebagai kurir yang membawa bahan baku dari China ke Indonesia. Dari keterangan para tersangka, terdapat pola pengiriman khusus untuk memastikan bahan tersebut masuk ke Indonesia tanpa terdeteksi.

Berdasarkan temuan awal itu, penyidik melakukan pengembangan lanjutan dan menangkap dua tersangka lain, PS dan HSN. Keduanya diduga mengendalikan operasional produksi narkotika di Jakarta. “Tersangka PS berperan dalam proses peracikan sekaligus mengendalikan aktivitas produksi,” kata Budi.

BNN menyatakan penyelidikan masih terus berlanjut untuk menelusuri alur distribusi, jaringan pendanaan, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain. Aparat menegaskan komitmen memperketat pengawasan terhadap jalur masuk bahan kimia terlarang guna memutus mata rantai produksi narkotika di dalam negeri.

Baca Juga  Tak Terima Ditegor Geber Motor, Pemuda di Teluk Kepayang Tanbu Ditebas Parang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *