Bacakabar.id – Banjarbaru, Hari ini, Rabu, bertepatan dengan hari kemerdekaan, 17 Agustus 2022, gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Sahbirin Noor atas nama Presiden RI menyerahkan remisi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB di kota Banjarbaru.
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus, menjadi momentum Pemberian Remisi Pada para warga binaan karena ada pemberian remisi umum atau pengurangan menjalani masa pidana bagi mereka yang berkelakuan baik, di antaranya tidak melanggar hukum dan tidak pernah melakukan pelarian saat menjalani masa tahanan di dalam LP.
Saat Penyerahan remisi , Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel ini didampingi Ketua DPRD Kalsel H Supian HK, Kepala Kanwil Kemenkumham Kalsel Lilik Sujandi dan disaksikan Forkopimda lainnya.
Gubernur Kalsel dua periode ini pun memberikan apresiasi dan penghargaan bagi warga binaan yang telah berkelakuan baik serta berkomitmen dalam mengikuti program-program yang telah dilaksanakan UPT Pemasyarakatan dengan baik dan terukur.
“Pemberian remisi ini dapat dijadikan momentum untuk berprilaku yang lebih baik kedepannya, taat aturan dan tetap mengikuti program pembinaan dengan sungguh-sungguh dan tanamkan dalam diri kalian bahwa proses yang dijalani bukan penderitaan, tapi sebuah pendidikan dan pembinaan untuk menjadi insani yang lebih baik dan bermartabat,” pesannya.
Di sela-sela acara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Kalsel, Lilik Sujandi menyampaikan, ada 6.958 narapidana dan anak di daerah ini yang menerima remisi umum, termasuk di dalamnya 254 narapidana dan anak yang akan langsung bebas dan selesai menjalani masa pidana.
“Remisi umum ini hanya diberikan bagi mereka yang memenuhi syarat, tidak diberikan kepada narapidana yang melanggar aturan seperti misalnya melarikan diri maupun mengedarkan narkoba,” tegasnya.
Tambahnya Pemberian remisi dibagi menjadi dua yakni Remisi Umum I (RU-I) yang mengurangi masa menjalani pidana dan Remisi Umum II (RU-II) yang juga mengurangi masa pidana sekaligus memperoleh kebebasan.
Adapun besaran remisi yang diberikan mulai dari 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, 5 bulan dan 6 bulan sesuai dengan ketentuan dan masa menjalani pidana. Sebanyak 4.550 orang WBP kasus narkotika, 2.403 WBP kasus pidana umum dan 5 WBP kasus korupsi menjadi penerima remisi umum kemerdekaan tahun ini.
Pada acara resmi itu, selain menyuguhkan tarian kolosal di hadapan undangan yang hadir, warga binaan Lapas Kelas II B Banjarbaru juga menyerahkan cenderamata kepada gubernur atau Paman Birin dari hasil kreasi dan kerajinan tangan mereka. (Faisal/Mahyuni)












