BANJARBARU – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kalimantan Selatan menggelar forum diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD) guna memperkuat sinergi lintas sektor dalam menekan praktik kendaraan over dimension over loading (ODOL).
Kegiatan bertajuk “Sinergitas Stakeholder Menuju Tahun 2027 Zero Over Dimension Over Loading di Kalimantan Selatan” itu digelar di Grand Maya Hotel Banjarbaru, Selasa (28/4/2026).
FGD dihadiri unsur Pemerintah Provinsi, Dinas Perhubungan, pelaku usaha logistik, hingga asosiasi pengusaha angkutan. Forum ini menjadi wadah untuk merumuskan langkah konkret dalam mengeliminasi praktik kendaraan bermuatan berlebih yang selama ini berdampak pada keselamatan dan kerusakan infrastruktur jalan.
Dirlantas Polda Kalsel Kombes Pol M. Fahri Siregar mengatakan, penanganan ODOL menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan tingginya angka kecelakaan lalu lintas serta kerusakan jalan.
“Target 2027 bukan sekadar angka, tetapi komitmen bersama. Penertiban ini harus dilakukan dari hulu hingga hilir, mulai dari pemilik barang, karoseri, hingga operator angkutan,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, sejumlah isu utama yang dibahas antara lain penurunan angka kecelakaan fatal akibat kendaraan over loading, pengurangan beban kerusakan jalan, serta penguatan pengawasan melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan penggunaan timbangan portabel.
Sebagai tindak lanjut, para stakeholder sepakat menjalankan tiga strategi utama, yakni sosialisasi masif kepada pelaku usaha, normalisasi kendaraan yang melebihi spesifikasi teknis, serta pengawasan terpadu melalui operasi gabungan di titik-titik rawan distribusi logistik.
Polda Kalsel berharap upaya ini dapat mewujudkan sistem transportasi yang lebih aman, tertib, dan berkelanjutan di wilayah Kalimantan Selatan.












