Bireuen — Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam Kodam Iskandar Muda merampungkan pembangunan jembatan darurat Bailey di Gampong Matang Bangka, Kabupaten Bireuen, Aceh, sebagai bagian dari percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana banjir bandang dan tanah longsor.
Jembatan Bailey tersebut menghubungkan Gampong Matang Bangka dengan Gampong Matang Teungoh dan menjadi pengganti sementara jembatan lama yang rusak parah akibat terjangan banjir bandang. Kerusakan sebelumnya sempat memutus akses antar-gampong dan menghambat mobilitas serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Kepala Bidang Penerangan Umum Pusat Penerangan TNI, Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan darurat ini merupakan bagian dari komitmen TNI dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana secara cepat dan terukur.
Jembatan Bailey Matang Bangka dibangun menggunakan konstruksi Bailey tipe 1-1 sepanjang 15 meter, terdiri dari lima petak, dengan material yang disiapkan oleh Zeni Daerah Militer. Proses pengerjaan melibatkan 20 personel Zidam yang tergabung dalam Satgas penanggulangan bencana alam Kodam Iskandar Muda.
Pembangunan jembatan tersebut diselesaikan sesuai target pada Desember 2025 dengan progres 100 persen dan telah melalui uji fungsi untuk memastikan keamanan serta kelayakan bagi pengguna.
Kolonel Agung menambahkan, berfungsinya kembali jembatan ini disambut positif oleh masyarakat setempat. Warga menyampaikan apresiasi atas kerja cepat personel TNI yang bekerja tanpa mengenal waktu dalam memulihkan akses transportasi pascabencana.
Dengan beroperasinya Jembatan Bailey Matang Bangka, konektivitas antar-gampong kini kembali normal. Keberadaan jembatan ini diharapkan dapat memperlancar aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat serta mendukung percepatan pemulihan wilayah Kabupaten Bireuen.












