KOTABARU — Di tengah aktivitas belajar mengajar yang masih berlangsung, Kepala SMAN 1 Kotabaru Nasri menyambut awak media bacakabar di ruang kerjanya, Jumat (12/12/2025). Ia langsung menegaskan satu hal: strategi sekolah menghadapi tahun ajaran ini tak lagi sekadar mengandalkan akademik.
“Kami harus lebih siap. TKA ke depan butuh persiapan matang. Minimal sekali seminggu harus ada drilling soal,” ujar Nasri, merujuk pada persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik yang baru berjalan tahun lalu. “Program kemarin muncul mendadak, jadi kita agak kelabakan.”
Namun SMAN 1 Kotabaru tak ingin seluruh energi hanya difokuskan pada ruang kelas. Nasri melihat prestasi non-akademik, terutama olahraga, sebagai jalur masuk potensial ke perguruan tinggi kedinasan, kepolisian, hingga TNI.
Di lingkungan sekolah, sejumlah siswa sudah mengantongi reputasi nasional—mulai dari basket, futsal, hingga balap sepeda yang sempat meraih perak tingkat nasional. Nasri memastikan semua atlet pelajar yang dipanggil mengikuti TC akan dibebaskan dari kewajiban tatap muka tanpa mengurangi hak belajar mereka.
“Kalau anak terpilih TC, itu tugas negara. Sekolah harus mengakomodasi,” tegasnya.
Sistem kontrol pun diperketat. Guru dan wali kelas wajib memantau siswa yang sedang TC. Mereka diminta tetap belajar jarak jauh, mengakses materi lewat grup kelas, atau menyelesaikan tugas saat waktu latihan longgar.
Nasri menyebut aktivitas ekstrakurikuler dan kompetisi sebagai ruang yang membentuk karakter siswa. “Mereka belajar bahwa prestasi itu lahir dari latihan intensif. Dari situ muncul jiwa kompetisi,” katanya.
Sebelum mengakhiri perbincangan, Nasri merangkum visi sekolah dalam tiga poin yang ia sebut sebagai “nilai inti” SMAN 1 Kotabaru: rajin belajar, kolaborasi kuat, dan keberanian bersaing.
“Tiga itu bekal wajib anak-anak untuk naik level,” pungkasnya.












