TANAH LAUT – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalim Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Enam santri mereka sukses mengharumkan nama daerah di tingkat internasional lewat ajang Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Internasional 2025, yang digelar di Pondok Pesantren As’adiyah, Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, pada 1–6 Oktober 2025.
Tahun ini, sebanyak 17 santri Ponpes Darussalim lolos seleksi dan dipercaya mewakili Kalimantan Selatan bersama 19 peserta lainnya dari berbagai pondok pesantren di provinsi tersebut. Mereka bersaing dengan ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia bahkan dari luar negeri.
Salah satu dewan guru Ponpes Darussalim, Ustaz Saifullah, menyampaikan rasa syukurnya atas capaian para santri.
“Alhamdulillah, Kalimantan Selatan masuk sepuluh besar se-Indonesia dalam MQK tingkat nasional dan internasional. Dari sepuluh santri Kalsel yang meraih penghargaan, enam di antaranya berasal dari Darussalim,” ujarnya, Senin (6/10/2025).
Ia menjelaskan, keberhasilan ini merupakan hasil dari pembinaan intensif dan tradisi keilmuan pesantren yang terus dijaga dengan konsisten.
“Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran kitab kuning tetap relevan dan mampu melahirkan generasi santri yang unggul secara intelektual maupun spiritual,” tambahnya.
Adapun para santri Ponpes Darussalim yang berhasil mengukir prestasi dalam ajang MQK Internasional 2025 adalah:
Juara 1: M. Khairul Ilmi – cabang Fiqh Putra tingkat Ula (SD/MI).
Juara 1 (kelompok): Lalaran Alfiyah Ibn Malik – Muhammad Agil Munawwar, Muhammad Rahimullah, Riphan Ahyani, M. Ihsanul Yaqin, dan Muhammad Multazam Khairon.
Juara Harapan 2: Naila Azzahra – Fiqh Putri tingkat Ula (SD/MI).
Juara Harapan 2: Achmad Zunaidi’y – Nahwu tingkat Ulya (SMA/MA).
Juara Harapan 3: Roudlotul Hidayah – Nahwu tingkat Ula (SD/MI).
Juara Harapan 3: Muhammad Hafizi Rosyidin – Akhlak tingkat Wustha (SMP/MTs).
Menurut Ustaz Saifullah, capaian ini menjadi motivasi bagi para santri lainnya untuk terus berjuang menuntut ilmu dan menjaga tradisi keilmuan Islam klasik.
“Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi generasi muda agar semakin mencintai kitab kuning dan terus belajar dengan semangat,” harapnya.
Ajang MQK Internasional sendiri merupakan kompetisi membaca, memahami, dan mengkaji kitab klasik Islam (kitab kuning) yang menjadi bagian penting dalam pendidikan pesantren. Kegiatan ini tidak hanya menumbuhkan semangat intelektual, tetapi juga memperkuat identitas pesantren sebagai pusat keilmuan dan moral bangsa.
Dengan capaian ini, Ponpes Darussalim Bati-Bati semakin menegaskan diri sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam yang berkontribusi besar dalam melahirkan generasi santri berprestasi dan berdaya saing global.












