Pangkalan Bun – PT Sungai Rangit bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Mukti, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, menjalin kemitraan baru dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) melalui pengembangan budidaya ayam petelur. Program yang mulai berjalan pada November 2025 ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat desa dan memperkuat kemandirian ekonomi lokal.
Asisten CSR PT Sungai Rangit, Muhamad Nur Cholis, menegaskan bahwa kolaborasi ini dirancang sebagai model pemberdayaan masyarakat berbasis agribisnis berkelanjutan.
“Program CSR ini adalah bentuk komitmen perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah,” ujar Cholis.
Dalam program ini, perusahaan menyediakan sarana dan prasarana, mulai dari kandang, bibit ayam, hingga peralatan produksi. Sementara BUMDes Sumber Mukti bertanggung jawab mengelola operasional, pengawasan budidaya, hingga pemasaran telur ke pasar lokal.
Cholis menilai kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat keberlanjutan ekonomi desa.
“Dengan dukungan BUMDes, kami berharap masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan pendapatan dan kualitas hidup,” tambahnya.
Kepala Desa Sumber Mukti, Alim Suseno, menyampaikan apresiasi kepada PT Sungai Rangit atas dukungan yang diberikan.
“Program ini membuka peluang ekonomi baru bagi warga. Kami berharap produksi telur meningkat dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” kata Alim.
Ia menambahkan, program ini diharapkan menjadi contoh sinergi positif antara perusahaan dan desa dalam pembangunan ekonomi berbasis pangan lokal.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong penguatan ekonomi desa melalui sektor peternakan, sekaligus mendukung program pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan nasional.












