SURABAYA — Lebih dari 400 pengurus Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur resmi dikukuhkan untuk masa bakti 2025–2030 di Gedung Negara Grahadi, Minggu (1/2/2026). Pengukuhan ini menandai konsolidasi dunia usaha Jawa Timur untuk mengambil peran lebih besar sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional dengan target 8 persen.
Dalam agenda tersebut, Adik Dwi Putranto kembali dipercaya memimpin Kadin Jatim untuk periode kedua. Susunan kepengurusan kali ini dirancang lebih inklusif, melibatkan pelaku usaha dan profesional lintas sektor yang mencakup 32 bidang, dengan total lebih dari 400 anggota.
Jawa Timur dinilai memiliki posisi strategis dalam perekonomian nasional. Kontribusi produk domestik regional bruto (PDRB) yang besar menjadi modal utama untuk menyokong agenda pertumbuhan ekonomi nasional di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto. Untuk itu, Kadin Jatim menetapkan tujuh fokus kerja utama: percepatan investasi, penguatan perdagangan dan ekspor, pengembangan vokasi dan sumber daya manusia, digitalisasi UMKM, penguatan keterkaitan industri, percepatan infrastruktur, serta pemberdayaan UMKM berkelanjutan.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie yang hadir dalam pengukuhan menilai Jawa Timur sebagai contoh kolaborasi dunia usaha. Menurutnya, struktur industri pengolahan yang kuat menjadikan provinsi ini relevan dengan agenda hilirisasi nasional.

Dari unsur pemerintah daerah, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan peran pemerintah sebagai fasilitator. Ia menilai iklim usaha yang kondusif menjadi prasyarat agar pelaku usaha mampu berkontribusi optimal terhadap ekonomi daerah. Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan antara pemerintah dan dunia usaha untuk menjaga daya saing Jawa Timur.
Pengukuhan ini menjadi titik awal konsolidasi Kadin Jatim dalam mengakselerasi agenda ekonomi daerah, dengan orientasi pada pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan.












