PALANGKA RAYA — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat kinerja perekonomian daerah sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi menguat, disertai penurunan angka kemiskinan dan perbaikan kondisi ketenagakerjaan.
Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyampaikan ekonomi Kalteng sepanjang 2025 tumbuh sebesar 4,80 persen. Capaian tersebut ditopang oleh meningkatnya aktivitas sejumlah sektor usaha, terutama transportasi dan pergudangan yang mencatat pertumbuhan di atas 10 persen.
“Dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan,” ujar Agnes saat rilis resmi BPS di Aula Vicon BPS Kalteng, Kamis (5/2/2026).
Secara tahunan, ekonomi Kalimantan Tengah pada triwulan IV-2025 tumbuh 4,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi terjadi pada sektor jasa keuangan, sementara dari sisi pengeluaran, kinerja ekspor menjadi penopang utama.
Adapun secara triwulanan, ekonomi Kalteng pada triwulan IV-2025 melonjak 7,70 persen dibandingkan triwulan III-2025. Lonjakan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib yang tumbuh 36,42 persen seiring naiknya belanja pemerintah di akhir tahun.
Selain pertumbuhan ekonomi, BPS juga mencatat penurunan tingkat kemiskinan. Pada September 2025, persentase penduduk miskin di Kalimantan Tengah tercatat sebesar 4,94 persen, turun 0,25 persen poin dibandingkan Maret 2025. Jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 6,05 ribu orang menjadi 141,75 ribu jiwa.
“Penurunan kemiskinan lebih terlihat di wilayah perkotaan, sementara di perdesaan masih terjadi kenaikan tipis. Ini menjadi catatan penting agar upaya penurunan kemiskinan ke depan bisa lebih merata,” kata Agnes.
Dari sisi ketenagakerjaan, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Kalimantan Tengah pada November 2025 tercatat sebesar 68,46 persen. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 3,44 persen. Jumlah penduduk bekerja mencapai 1,43 juta orang, meningkat dibandingkan periode sebelumnya.
BPS menilai tren tersebut mencerminkan perbaikan kondisi ekonomi dan pasar kerja di Kalimantan Tengah. Namun demikian, pemerataan hasil pembangunan, khususnya antara wilayah perkotaan dan perdesaan, masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu terus diperkuat












