Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Kesehatan

Primaya Bekasi Luncurkan Wellness Center, Dorong Deteksi Dini Penyakit

×

Primaya Bekasi Luncurkan Wellness Center, Dorong Deteksi Dini Penyakit

Sebarkan artikel ini
dr. Yoana Periskila Winarto dari Primaya Hospital Bekasi Barat memberikan keterangan kepada media terkait layanan Wellness Center.
Direktur Primaya Hospital Bekasi Barat, dr. Yoana Periskila Winarto, memberikan keterangan terkait peluncuran layanan Wellness Center.

BEKASI — Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pemeriksaan kesehatan dini masih tergolong rendah. Data Kementerian Kesehatan mencatat, lebih dari 60 persen masyarakat belum pernah memeriksa kadar gula darah maupun kolesterol.

Mayoritas masyarakat juga cenderung baru memeriksakan diri setelah muncul keluhan, bukan sebagai langkah pencegahan.

Di sisi lain, perubahan gaya hidup modern memperbesar risiko penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, hingga obesitas. Pola makan tidak seimbang, minim aktivitas fisik, serta tingginya tingkat stres menjadi faktor pemicu utama, terutama di kawasan perkotaan.

Menjawab kondisi tersebut, Primaya Hospital Bekasi Barat meluncurkan layanan Wellness Center yang berfokus pada pendekatan kesehatan preventif.

Direktur Primaya Hospital Bekasi Barat, dr. Yoana Periskila Winarto, MKK., MHPM, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi bacakabar.id, Kamis (12/3/2026), menyampaikan bahwa layanan ini dirancang untuk mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan sejak dini.

“Selama ini banyak orang baru memeriksakan kesehatan ketika sudah muncul keluhan. Padahal, berbagai penyakit kronis dapat dicegah melalui skrining rutin dan pola hidup sehat,” ujarnya.

Wellness Center menghadirkan layanan komprehensif, mulai dari medical check-up, skrining kesehatan, konsultasi nutrisi, hingga program manajemen berat badan dan perencanaan kesehatan yang dipersonalisasi.

Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Davie Muhamad, Sp.GK, menilai gaya hidup modern menjadi faktor dominan meningkatnya kasus obesitas dan gangguan metabolik.

“Pola makan tidak sehat dan aktivitas fisik yang rendah menjadi pemicu utama. Pendekatan preventif perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya pemeriksaan tetapi juga pengelolaan gaya hidup,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya konsep chrono-nutrition, yakni pengaturan pola makan berdasarkan ritme biologis tubuh untuk menjaga keseimbangan metabolisme.

Sementara itu, Dokter Spesialis Akupuntur, dr. Ribka Tobing, Sp.Ak, menambahkan bahwa penyakit kronis kini semakin banyak ditemukan pada usia produktif.

Baca Juga  Dinkes Tanbu Gelar Pertemuan PKM se Kabupaten

Melalui pendekatan holistik, setiap individu akan mendapatkan evaluasi kesehatan menyeluruh serta rekomendasi program yang disesuaikan secara personal.

“Dengan deteksi dini dan pengelolaan gaya hidup yang tepat, banyak penyakit kronis sebenarnya bisa dicegah,” kata dr. Yoana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *