YOGYAKARTA – PT Pertamina Retail (PERTARE) kembali menggelar simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) untuk meningkatkan kesadaran serta kesiapan pekerja SPBU dalam menghadapi potensi insiden. Pelatihan ini berlangsung di SPBU COCO 41.551.01 Lempuyangan pada Rabu (26/11).
Manajer Health, Safety, Security & Environment (HSSE) PERTARE, Ruli Handoko, mengatakan bahwa PKD merupakan agenda berkala yang digelar di berbagai SPBU COCO sebagai implementasi standar keselamatan Pertamina. Ia menegaskan bahwa SPBU merupakan area dengan risiko tinggi, sehingga kesiapsiagaan menjadi faktor utama dalam menjaga keamanan.
“Simulasi ini menjadi sarana untuk memastikan prosedur darurat berjalan sesuai standar, sekaligus mengevaluasi kesiapan peralatan dan efektivitas komunikasi tim ketika menghadapi situasi berbahaya,” ujar Ruli.
Dalam pelatihan tersebut, Pertamina Retail bekerja sama dengan personel TNI–Polri untuk mensimulasikan skenario tindak kejahatan dan potensi kebakaran. Pekerja SPBU dilatih menjalankan prosedur evakuasi, pembagian tugas, serta langkah pengendalian agar operasional dapat kembali aman dengan cepat.
Salah satu operator SPBU, Rofiq, menyebut kegiatan ini sangat membantu meningkatkan kepercayaan diri dalam menghadapi kondisi tidak terduga. “Jika suatu hari situasi darurat benar-benar terjadi, kami bisa lebih siap menghadapinya. Pelatihan ini sangat bermanfaat,” ujarnya.
Hasil evaluasi dari simulasi PKD akan digunakan untuk memperbaiki setiap celah kelemahan di lapangan, sehingga kompetensi pekerja semakin baik dan risiko dapat diminimalkan. Pertamina Retail menegaskan komitmennya menjaga standar keselamatan sebagai bagian dari upaya menjadi perusahaan ritel energi nasional kelas dunia.
“Dengan semangat Satukan Energi Melayani Negeri, kami terus meningkatkan kualitas layanan sekaligus memastikan SPBU menjadi area yang aman bagi pekerja maupun masyarakat,” tambah Ruli.












