Jakarta – Pertamina Patra Niaga terus memperkuat program pemberdayaan masyarakat di berbagai wilayah. Dua di antaranya: budidaya ikan bioflok di Dumai dan urban farming Siantar Habonaron di Pematang Siantar.
Di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Dumai, masyarakat pesisir mengembangkan budidaya ikan nila dengan teknologi bioflok. Program ini jadi solusi saat tangkapan laut tak menentu akibat cuaca dan abrasi.
Warga kini punya sumber pangan dan pendapatan tetap. Ikan nila bisa dipanen dalam 4–6 bulan.
Program ini juga didukung Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 4,4 kWp. Hasilnya, biaya listrik hemat Rp9,3 juta per tahun dan emisi karbon turun 5,52 ton CO₂ per tahun.
Di Pematang Siantar, program Siantar Habonaron mengoptimalkan lahan pekarangan rumah. Warga beternak ayam petelur dan menanam sayuran.
Limbah kotoran ayam jadi media tanam. Sisa makanan diolah jadi pakan maggot untuk ayam.
Asih, salah satu anggota kelompok Habonaron, mengaku terbantu.
“Kebutuhan makan anak-anak kami jadi terpenuhi berkat bantuan ini,” ujarnya, Sabtu (6/6/2026).












