Jakarta – Pertamina Patra Niaga menjalankan berbagai program pengelolaan sampah berkelanjutan di sejumlah wilayah operasional perusahaan bertepatan dengan peringatan Hari Sampah Nasional.
Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan menjalankan inisiatif pengelolaan sampah di 58 lokasi di seluruh Indonesia. Program tersebut mampu mengumpulkan sekitar 4,7 ribu ton sampah per tahun, dengan 2,3 ribu ton di antaranya telah diolah kembali melalui proses daur ulang dan pengolahan organik.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M. V. Dumatubun, mengatakan peringatan Hari Sampah Nasional menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“Pengelolaan sampah membutuhkan komitmen jangka panjang dan keterlibatan aktif masyarakat. Melalui program TJSL, kami mendorong terciptanya ekosistem pengelolaan sampah yang terstruktur dan bernilai ekonomi,” ujarnya.
Program tersebut melibatkan 2.470 masyarakat dengan total nilai ekonomi yang dihasilkan mencapai Rp3,2 miliar.
Salah satu implementasi dilakukan melalui Fuel Terminal Boyolali lewat program TPS 3R Resik di Desa Butuh. Fasilitas ini mampu mengelola hingga 480 ton sampah per tahun yang berasal dari 310 kepala keluarga dan 115 pelaku usaha, sekaligus menghasilkan nilai ekonomi sekitar Rp36 juta per tahun.

Selain itu, Pertamina Patra Niaga membina 15 bank sampah yang mengembangkan budidaya maggot sebagai solusi pengolahan sampah organik. Program ini menghasilkan produk turunan seperti kompos, eco-enzyme, dan pakan ternak serta membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Program pemberdayaan juga dijalankan melalui Kampung Pesisir Berdaya oleh Fuel Terminal Medan melalui Bank Sampah Horas Bah. Program tersebut mampu mengumpulkan hingga 10 ton sampah per tahun dengan dampak ekonomi sekitar Rp1,925 juta per bulan.
Ketua Kelompok Bank Sampah Horas Bah, Dian Syahputra, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
“Perubahan tidak datang dari satu orang, tetapi dari keberanian untuk bergerak bersama,” ujarnya.
Atas implementasi tersebut, sejumlah program pengelolaan sampah Pertamina Patra Niaga kini menjadi kandidat PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.












