Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Lingkungan

Pertamina Gandeng UNDIP, ITB, dan UGM Tanam 129 Ribu Pohon untuk Pulihkan Ekosistem

×

Pertamina Gandeng UNDIP, ITB, dan UGM Tanam 129 Ribu Pohon untuk Pulihkan Ekosistem

Sebarkan artikel ini
Kegiatan penanaman pohon oleh Pertamina Foundation bersama UNDIP, ITB, dan UGM dalam program penghijauan lingkungan.
Pertamina Foundation bersama UNDIP, ITB, dan UGM melakukan penanaman pohon dalam program penghijauan untuk pemulihan ekosistem dan pengurangan emisi karbon.

JAKARTA — PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Foundation memperkuat komitmen pelestarian lingkungan dengan menanam lebih dari 129 ribu pohon bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-68 Pertamina. Program penghijauan ini dilakukan melalui kolaborasi dengan tiga perguruan tinggi, yakni Universitas Diponegoro (UNDIP), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Penanaman pohon difokuskan pada pemulihan ekosistem hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) serta rehabilitasi kawasan hutan dan karst. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menekan emisi karbon, memperkuat ketahanan ekosistem, sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Kolaborasi dengan UNDIP dan ITB diarahkan pada pemulihan DAS Babon dan DAS Citarum. Sementara kerja sama dengan UGM difokuskan pada rehabilitasi hutan dan pemulihan vegetasi di kawasan karst Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Komisaris Independen PT Pertamina (Persero), Condro Kirono, menilai program penghijauan ini menjadi kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya bencana banjir dan degradasi lingkungan.

“Pohon-pohon yang ditanam hari ini merupakan titipan bagi generasi mendatang. Karena itu, harus dirawat bersama agar memberi manfaat ekologis dan ekonomi, baik saat ini maupun di masa depan,” ujar Condro.

Sebanyak 129.552 pohon ditanam di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Wanadipa UNDIP dan KHDTK Gunung Geulis ITB dengan total area lebih dari 105 hektare. Penanaman dilakukan menggunakan pendekatan multistory agroforestry, yang mengombinasikan fungsi konservasi dan produktivitas ekonomi bagi kelompok tani hutan serta kelompok wanita tani.

President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menegaskan bahwa penghijauan berbasis pemberdayaan masyarakat menjadi fokus utama program Hutan Lestari Pertamina.

“Penghijauan bukan sekadar menambah tutupan hijau, tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan, memperkuat ketahanan ekosistem, serta membuka peluang ekonomi masyarakat. Kami berkomitmen memastikan setiap pohon yang ditanam memberi manfaat berkelanjutan,” kata Agus.

Baca Juga  Green Action PLN Indonesia Power UBP Asam Asam: Aksi Nyata untuk Energi Berkelanjutan & Konservasi Alam

Di KHDTK Wanadipa UNDIP, Ungaran Timur, Pertamina Foundation menanam 48.000 pohon di lahan seluas 48 hektare. Rektor UNDIP, Prof. Suharnomo, menyebut program ini sebagai upaya jangka panjang menjaga keseimbangan ekosistem hulu DAS Babon.

“Ini bukan hanya penghijauan, tetapi ikhtiar menjaga wilayah hulu agar risiko banjir di daerah hilir dapat ditekan,” ujarnya.

Jajaran Pertamina Foundation bersama perwakilan Universitas Diponegoro, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada berfoto bersama dalam kegiatan penanaman pohon sebagai bagian program penghijauan dalam rangka HUT ke-68 Pertamina.

Sementara itu, di KHDTK Gunung Geulis ITB, Sumedang, sebanyak 81.552 pohon ditanam di area 57,51 hektare sebagai bagian dari konservasi hulu DAS Citarum. Jenis tanaman yang ditanam antara lain puspa, rasamala, durian, alpukat, kopi, dan kakao.

Dekan Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB, Indra Wibowo, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan hutan.

“Kolaborasi ini bukan sekadar menanam pohon, melainkan menanam masa depan. Restorasi hulu DAS harus berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Selain itu, Pertamina Foundation bersama UGM juga memperluas program penghijauan dengan menanam 300.000 pohon di lahan seluas 534 hektare di wilayah Gunungkidul. Program ini dilaksanakan di kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Yogyakarta yang mencakup lima Bagian Daerah Hutan (BDH).

Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta, berharap sinergi ini dapat memulihkan lahan kritis sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.

“Sinergi ini memperkuat komitmen bersama untuk pemulihan lingkungan yang terencana dan berkelanjutan,” ujarnya.

Program penghijauan tersebut menjadi bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina yang sejalan dengan Tridarma Perguruan Tinggi, agenda pembangunan nasional, Sustainable Development Goals (SDGs), serta prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *